Jatim Tolak Wacana Sistem Sekolah Lima Hari

Amaluddin    •    Selasa, 20 Sep 2016 19:46 WIB
pendidikan
Jatim Tolak Wacana Sistem Sekolah Lima Hari
Ilustrasi siswa SD, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi kembali menuai penolakan. Satu di antaranya DPRD Jawa Timur yang menolak wacana memberlakukan lima hari sekolah dalam sepekan.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mochammad Eksan, menyampaikan penolakan tersebut. Alasannya, kegiatan sekolah di hari Sabtu biasanya diisi dengan ekstrakurikuler. Kegiatan itu bertujuan membentuk kesehatan fisik dan karakter siswa.

"Kalau diliburkan maka tak ada lagi kegiatan tersebut. Kalau digunakan di hari Jumat, jadwal belajar-mengajar semakin padat sehingga bisa membuat siswa jenuh. Karena itu, saya tidak setuju hari Sabtu diliburkan," kata Eksan, di Surabaya, Selasa (20/9/2016).

Sebagai pengasuh pondok pesantren dan mantan pengajar, Eksan mengaku paham karakteristik siswa didik. Karena itu, dirinya tak yakin dengan menambah hari libur bisa secara otomatis membuat anak lebih banyak bersama orang tua. 

"Bahkan sebaliknya, bisa jadi siswa didik malah lebih banyak beraktifitas di luar dan justru berpotensi terjerumus pada kegiatan negatif," kata anggota Fraksi NasDem itu.

Karena itu, Eksan berharap para pejabat sebagai pihak yang memiliki otoritas tak mudah mengumbar wacana tanpa terlebih dulu melakukan kajian secara menyeluruh. Eksan juga mengingatkan, Indonesia itu sangat beragam dan komplek, sehingga tak bisa disamakan apalagi diseragamkan.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendi melontarkan wacana sekolah lima hari dalam sepekan di depan pengurus pusat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Alasan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, libur dua hari dapat memberikan kesempatan pada anak untuk berekreasi dan berwisata dengan keluarga masing-masing.

Beberapa waktu lalu, wacana Mendikbud juga menuai protes. Yaitu menambah waktu belajar di sekolah menjadi sehari penuh atau full day school.

Wacana itu mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo. Presiden mengatakan akan menguji coba sistem full day school di beberapa sekolah.

Lihat video:
 


(RRN)