BPBD Sebut Banjir di Pasuruan mulai Surut

Abdus Syukur, Amaluddin    •    Jumat, 22 Dec 2017 19:18 WIB
banjir
BPBD Sebut Banjir di Pasuruan mulai Surut
Banjir merendam ribuan rumah di dua kecamatan di Pasuruan, Jumat, 22 Desember 2017, MI - Abdus Syukur

Pasuruan: Banjir yang merendam dua kecamatan di Pasuruan, Jawa Timur, berangsur surut. Ketinggian air rata-rata mencapai 50 centimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jata Permana, mengatakan, sebelumnya, ketinggian banjir kurang lebih 1 meter. Desa Kalianyar menjadi lokasi paling parah terkena banjir.

"Kalau di daerah lain, banjir terus surut," ujar Bakti melalui sambungan telepon kepada Medcom.id, Jumat, 22 Desember 2017.

Banjir merendam enam desa di dua kecamatan di Pasuruan. Empat desa berlokasi di Kecamatan Bangil yaitu Tambakan, Kalianyar, Kalirejo, dan Manaruwi. Sementara dua desa lain berlokasi di Kecamatan Beji yaitu Kedungringin dan Kedungboto. 

Saat ini, lanjut Bakti, relawan dan tim gabungan membantu warga bersih-bersih. Tim juga mengantisipasi banjir susulan.

“Mudah-mudahan tidak hujan deras seperti Rabu kemarin. Kalaupun hujan ya hujan-hujan biasa sajalah,” harapnya.

Banjir yang melanda kawasan barat Pasuruan terjadi setelah hujan mengguyur kawasan di Pegunungan Arjuna dan Penanggungan. Ribuan rumah terendam banjir dalam sepekan terakhir.

Menurut Bakti, banjir di Kecamatan Beji terjdi akibat Sungai Wrati meluap. Bukan hanya rumah, sawah seluas puluhan hektare pun terkena dampak. Sawah tak bisa ditanami.

Bakti mengatakan BPBD mendistribusikan bantuan pada warga korban banjir. Seperti air bersih dan makanan instan.

Sedangkan banjir di Kecamatan Bangil akibat luapan Sungai Kedunglarangan. Sungai berhulu di Pegunungan Arjuna.

Henry, warga Kedungringin, mengatakan banjir merendam rumahnya. Banjir mengganggu aktivitasnya. Ia juga belum bisa melakukan aktivitas seperti hari-hari sebelumnya.

"Saat ini saya hanya bisa bersih-bersih barang yang terkena air banjir campur lumpur. Di jalanan juga banjir, kurang lebih ketinggian 60 centimeter," ungkap Henry.


(RRN)