Sindikat Pengedar Uang Palsu di Surabaya Ditangkap

Antara    •    Selasa, 27 Mar 2018 18:14 WIB
uang palsu
Sindikat Pengedar Uang Palsu di Surabaya Ditangkap
llustrasi. ANT/Puspa Perwitasari.

Surabaya: Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap sindikat pengedar uang palsu di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 11 pengedar dan uang palsu denominasi dolar Singapura dan rupiah senilai Rp2,5 miliar disita polisi.

"Kepolisian Sektor Karangpilang Surabaya menggagalkan transaksi uang palsu oleh sejumlah pelaku di depan SPBU Kedurus Surabaya," kata Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan, Selasa, 27 Maret 2018. 

Dari penangkapan itu, polisi mengembangkan penyelidikan hingga akhirnya menangkap 11 pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka. 

Rudi memaparkan sebagian besar pelaku berasal dari Jawa Timur, dua di antaranya dari Lamongan, masing-masing berinisial SH, 47, dan BH, 32; dua pelaku asal Jember yaitu KW, 57, dan AS, 38; dan dua pelaku asal Situbondo yaitu HS, 55, dan S, 70.

Selain itu, dua pelaku berasal dari Madiun yaitu MJ, 50, dan SR, 49; serta masing-masing seorang pelaku asal Jombang berinisial RS, 43, dan asal Ngawi berinisial SY, 53. Seorang pelaku lagi diketahui sebagai ibu rumah tangga berinisial SN, 35, asal Klaten, Jawa Tengah.

"Barang bukti uang palsu kami sita dari 11 tersangka. Totalnya adalah pecahan 100 ribu dalam bentuk rupiah senilai Rp91,6 juta, serta pecahan 10 ribu dolar Singapura yang kalau dikonversi seluruhnya mencapai Rp2,5 miliar," kata Rudi.

Selain 11 tersangka yang telah ditangkap, polisi telah mengantongi dua nama pelaku lainnya yang hingga kini masih buron.

Masing-masing berinisial ER, asal Sukoharjo, Jawa Tengah, serta AGS yang tempat tinggalnya tak tetap. Rudi memastikan keduanya masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polisi masih mengembangkan penyelidikan perkara ini. "Karena 11 tersangka ini, termasuk dua lainnya yang masih DPO, semuanya berperan sebagai pengedar. Masih sedang kami kembangkan penyelidikan untuk mengetahui di mana uang palsu ini diproduksi, serta kemungkinan uang palsu dari jaringan ini yang telah beredar di masyarakat," katanya.


(ALB)