6 Kasus Difteri Ditemukan di Bangkalan

Rahmatullah    •    Kamis, 07 Dec 2017 14:44 WIB
klb difteri
6 Kasus Difteri Ditemukan di Bangkalan
Pemberian imuninasi di Kabupaten Bangkalan - Medcom.id/ Rahmatulah

Bangkalan: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengaku menemukan enam kasus terduga menderita difteri. Penderita tersebut sempat dirawat di tiga Puskesmas, RSUD Bangkalan, RSU Lukas Bangkalan, dan RSU Soetomo Surabaya. Tapi, kini semua penderita dinyatakan sudah sembuh total.

"Penderita tersebut dari Kecamatan Blega, Tanah Merah, Bunajeh Sukolilo, Tengket Arosbaya, Benangkah Burneh, dan dari Debung Geger," papar Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Bangkalan, Pramudya Widjaja, Kamis, 7 Desember 2017.

Dia mengaku sering memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait untuk memberikan pemahaman gejala dan bahaya difteri. Bahkan, sosialisasi itu bekerja sama dengan instansi-instansi terkait.

"Kami sudah banyak kali sosialisasi kepada masyarakat," ungkapnya. 

Untuk mencegah penyakit tersebut, kata dia, orang tua harus memberikan imunisasi dasar lengkap kepada bayi usia 0 sampai 11 bulan. Paling tidak, imunisasi diberikan sebesar 80 persen.

Dia memerinci bayi umur 0-7 hari diberikan imunisasi jenis hepatitis B (HB) 0, sementara untuk bayi umur sebulan diberikan imunisasi bacillus calmete guerin (BCG) dan polio 1. Selanjutnya, ketika bayi berumur dua bulan diberi imunisasi diphteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophylus influenza type B (DPT-HB-HIB) dan polio 2.

"Dan bayi yang sudah berumur sembilan bulan bisa diberikan imunisasi jenis campak," pungkasnya.


(ALB)