Buwas Sebut 90 Persen Peredaran Narkoba Libatkan Lapas

Antara    •    Sabtu, 10 Feb 2018 13:38 WIB
narkobalembaga pemasyarakatan
Buwas Sebut 90 Persen Peredaran Narkoba Libatkan Lapas
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso. (ANT/Sigid Kurniawan)

Surabaya: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengungkap 90 persen kasus narkoba di Indonesia melibatkan jaringan di Lembaga Pemasyarkatan (Lapas). 

"Sampai saat ini 90 persen pengungkapan narkoba yang kita lakuka selalu melibatkan Lapas. Ini fakta," tegas pria yang karib disapa Buwas itu, usai peletakan batu pertama gedung BNNP Jatim, Surabaya, Sabtu 10 Februari 2018. 

Dia melanjutkan, beberapa waktu lalu, BNN mengungkap kasus 20 kilogram narkoba dari Aceh yang melibatkan jaringan Lapas. 

Jenderal bintang tiga itu pun mengatakan, antara BNN dengan Kementerian Hukum dan HAM tidak ada miskomunikasi. Lantaran sudah ada sistem yang mengatur. 

"Persoalannya kita tidak komitmen dan tidak konsekuen pada komitmen itu. Kita melanggar komitmen itu, jadi sistem yang ada kita rusak," ujarnya.

Buwas mencontohkan, di dalam Lapas ada aturan yang tidak memperbolehkan tahanan menggunakan telepon genggam. Namun, kenyataannya, ungkap mantan Kabareskrim Polri itu, di Lapas bisa berganti-ganti telepon genggam dan nomor telepon. 

"Nah, buktinya dia bisa langsung berhubungan dengan luar negeri. Itu hasil pantauan kita dan itu fakta. Kalau sekarang saya buka bisa," ujar Buwas.

Buwas geram, menurutnya pihak yang membantu pengendalian narkoba di Lapas harus segera dieksekusi karena termasuk golongan pengkhianat. 

"Diekseksusi di lapangan saja rame-rame tidak usah pakai senjata karena dia ikut membunuh bangsa," tegasnya.

Jenderal bintang tiga itu menyebut, BNN punya batas kewenangan. BNN, kata Buwas, tidak bisa masuk lebih ke dalam Lapas karena sudah ada instansi yang mengatur dan bertanggung jawab. 

"Harapan kami, semua instansi bisa menaati aturan dan melaksanakannya sesuai dengan perannya masing-masing dan amanat negara," tuturnya.



(LDS)