Gus Ipul Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual Pasien

Amaluddin    •    Kamis, 25 Jan 2018 20:26 WIB
pelecehan seksual
Gus Ipul Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual Pasien
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Foto: Medcom.id/Amaluddin

Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyesalkan atas kejadian tak terpuji yang dilakukan perawat Rumah Sakit National Hospital Surabaya terhadap seorang pasien perempuan. Orang nomor dua di Pemprov Jatim itu pun meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut.

“Tentu sangat kami sesalkan. Empati kami yang sedalam-dalamnya untuk pasien yang menjadi korban. Adapun untuk perawatnya tentu diproses sesuai aturan hukum, yang salah harus ditindak tegas,” kata Gus Ipul, Kamis, 25 Januari 2018.

Pria yang juga ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, kejadian ini seyogyanya menjadi momentum untuk terus mengakselerasi profesionalisme tenaga medis, khususnya perawat. Sebab, menurut Gus Ipul, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah himpunan perawat yang sudah teruji melintasi berbagai tantangan zaman, bahkan usianya sudah 44 tahun. 

"Saya tahu kiprah PPNI, bagaimana mereka di daerah-daerah menjadikan sekretariatnya sebagai jantung edukasi kesehatan bagi publik. Jadi ini momentum bagi teman-teman perawat untuk terus meningkatkan profesionalismenya,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, kejadian tersebut janganlah kemudian menjadi pintu bagi publik untuk menggeneralisasi para perawat lainnya. Sebab, kejadian itu hanya melibatkan oknum perawat, dan tentu tidak semua perawat melakukan tindakan tidak patut tersebut.

“Jangan digeneralisasi. Jangan karena satu noda, satu kain jadi ikut kotor semua. Maka, sekali lagi ini menjadi tantangan bagi teman-teman perawat untuk membangun profesionalisme, dan saya yakin teman-teman bisa,” ujarnya.

Gus Ipul meminta masyarakat untuk tidak mengurangi rasa percayanya kepada tenaga medis, khususnya perawat. “Sekali lagi, itu oknum, dan sangat disesalkan. Tidak semua perawat seperti itu, sekali lagi jangan digeneralisasi. Saya percaya masih sangat banyak perawat Jatim yang berdedikasi dan bertanggung jawab,” katanya.


(ALB)