Sebelum Meninggal, Saksi Megakorupsi Periksa Napi Sakit

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 20 Dec 2018 16:50 WIB
narapidana
Sebelum Meninggal, Saksi Megakorupsi Periksa Napi Sakit
Bagoes Soetjipto, terpidana kasus megakorupsi dana hibah P2SEM tiba di Lapas Surabaya, November 2017, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Penyebab kematian dr Bagoes Soetjipto di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Surabaya, Jawa Timur, belum diketahui. Bagoes merupakan terpidana sekaligus saksi kunci megakorupsi di Jawa Timur.

Baca: Saksi Kunci Kasus Megakorupsi Meninggal di Lapas

Kepala Lapas Klas 1 Surabaya Pargiyono mengatakan menyerahkan kasus tersebut ke kepolisian. Namun, sebelum ditemukan meninggal, Bagoes sempat memeriksa narapidana yang sedang sakit.

"Saya rasa dia sebelumnya sehat-sehat saja. Bahkan tadi malam, sekitar pukul 22.00 WIB, dia memeriksa narapidana lain yang sedang sakit," kata Pargiyono di Sidoarjo, Kamis, 20 Desember 2018.

Lalu pada 06.15 WIB, Kamis 20 Desember 2018, petugas menemukan Bagoes di selnya dalam kondisi tak bernyawa. Tubuhnya dingin di balik selimut yang menyelubunginya. 

Baca: Kejati Tegaskan Penanganan Korupsi P2SEM tak Diintervensi

Bagoes mendekam di sel Lapas Surabaya sejak November 2017. Ia ditangkap di Malaysia setelah tujuh tahun buron. Bagoes harus menjalani ancaman hukuman 21,5 tahun penjara, akumulasi dari tiga perkara. 

Bagoes adalah terpidana atas empat perkara pidana di Jatim. Salah satunya adalah kasus korupsi dana hibah P2SEM yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Jatim tahun 2008.

Ia juga dinilai sebagai saksi kunci dalam kasus yang diduga menjerat sejumlah nama di DPRD dan Pemprov Jatim.

Kegiatan P2SEM ini dianggarkan dalam APBD 2008 melalui dana hibah, sebesar Rp1,4 triliun dan realisasi sampai dengan 31 Desember 2008 sebesar Rp1,2 triliun.

Program P2SEM tersebut diselewengkan mulai dari pelaksanaan program yang tidak jelas sampai dugaan LSM fiktif. Beberapa orang terlibat penggunaan dana P2SEM di antaranya mantan Ketua DPRD Jatim (almarhum) Fathorrasjid, dan dr Bagoes Soetjipto.


(RRN)