Buron Pembunuh di Penginapan Shofwa Sidoarjo Ditangkap

Syaikhul Hadi    •    Sabtu, 06 Oct 2018 14:40 WIB
pembunuhan
Buron Pembunuh di Penginapan Shofwa Sidoarjo Ditangkap
Ungkap kasus oleh Satuan reserse kriminal Polresta Sidoarjo. Medcom.id/Hadi

Sidoarjo: Satuan reserse kriminal Polresta Sidoarjo menangkap tersangka kasus pembunuhan di Penginapan Shofwa jalan Raya Bypass Juanda, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Imron berhasil ditangkap sepekan setelah kabur dari pengejaran polisi.

Imron, 29, merupakan warga asal dusun Parenduan, desa Batokaban Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol. Muhammad Harris mengungkapkan Imron ditangkap di indekosnya di kawasan Juanda. 

"Tersangka IM ini merupakan satu dari dua pelaku pembunuhan di kawasan Juanda. Dia merupakan kakak dari pelaku pertama yang ditangkap lebih dulu. Yakni Masmudi (25)," ungkap Kompol. Muhammad Harris, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Kejadian itu bermula dari kecurigaan tersangka Masmudi atau suami dari perempuan berinisial ZP. Saat itu, Sabtu, 29 September lalu, ZP berpamitan pada suaminya untuk keluar rumah dan diijinkan. Namun, kepergian istrinya tersebut membuat curiga.

"Setelah istri keluar, akhirnya tersangka M menelpon tersangka IM (kakak kandung). Ia meminta tolong untuk mengawasi istrinya yang keluar jalan kaki dan berada di pinggir jalan raya (lapangan Albatros) Juanda," jelasnya.

Selanjutnya, tersangka Imron menuju tempat yang sudah diberitahu sebelumnya dan mendapati istri adiknya sedang berdiri diseberang jalan raya. Selang beberapa waktu, perempuan tersebut menaiki Taksi Trans Inova warna Hitam.

"Akhirnya dibuntuti. Dan mobil taksi tersebut sempat berhenti di Indomaret dekat Penginapan Shofwa yang berjarak 50 meter. Dan akhirnya taksi tersebut masuk ke penginapan tersebut," tambahnya.

Kemudian, IM melihat adiknya sudah menyusul ke penginapan dan menuju resepsionis. Sedangkan IM masih menunggu di depan penginapan. Setelah ditunggu lama, akhirnya IM memutuskan untuk mencari kamar.

"Kemudian terdengarlah suara teriakan minta tolong. Di sana, tersangka M sudah duel dengan korban yang diketahui sopir taksi tersebut. Mendapati hal itu, tersangka IM akhirnya ikut membantu dan mengambil sebuah golok yang terjatuh di lantai. Lalu memukulkan ke kepala hingga bersimbah darah," terangnya.

Masalah ini dipicu persoalan hubungan asmara. Suami tidak terima saat istrinya tengah bersama korban. Korban dinyatakan meninggal saat dilarikan ke rumah sakit.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP, atau Pasal 170 ayat  (1), (2), dan Paska 351 ayat 3 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atau bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain yang mengakibatkan korban meninggal dunia.


(ALB)