"Laporkan Kasus Korupsi, Jangan Sekedar Fitnah"

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 04 May 2018 20:14 WIB
kpkkasus korupsi
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo usai menghadiri Diskusi Terbuka di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat 4 Mei 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengimbau masyarakat agar proaktif melaporkan kasus korupsi. Jangan sekedar membuat opini atau isu kalau menemukan bukti korupsi.

"Mengadu saja kalau menemukan. Tapi jangan memfitnah, anda harus punya bukti lengkap," katanya kepada awak media usai menghadiri Diskusi Terbuka di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat, 4 Mei 2018.

KPK bakal menyediakan komisi kepada pelapor dengan nilai dua per mil atau 0,02 persen dari nilai uang yang dikembalikan ke negara.

"Ada janji apabila anda melaporkan berdasarkan peraturan pemerintah itu, anda bisa mendapatkan dua per mil lho dari uang yang dikembalikan," bebernya.

Saat mengadukan suatu kasus, KPK berjanji bakal merahasiakan identitas sang pelapor. Namun, identitas pelapor harus dibuka apabila ingin mengambil hadiah komisi tersebut.

"Nanti terakhir pada saat sudah diputuskan berapa jumlah yang kembali ke negara, kamu harus buka identitasmu. Tapi saat ngelapor kita tetap mengikuti alat bukti yang lengkap," jelasnya.

Meski begitu, KPK menjamin kerahasiaan identitas para pelapor. "Dijamin pasti dijamin. Tidak perlu dikawal kalau enggak tahu namanya," ungkapnya.

Kebijakan komisi ini diberlakukan karena lemahnya pengawasan inspektorat. Sebab, hingga saat ini fungsi pengawasan inspektorat terkait laporan indikasi korupsi dinilai masih lemah dan tidak efektif.


(SUR)