Warga Diminta Waspada Gas Belerang Ijen

Kusbandono    •    Rabu, 04 Apr 2018 17:59 WIB
gunung ijen
Warga Diminta Waspada Gas Belerang Ijen
Beberapa wisatawan berusaha mendekat untuk mengambil gambar fenomena alam

Jember: Warga permukiman di sekitar lembah Sungai Kalipait, Bondowoso, Jawa Timur, diminta waspada potensi munculnya gas vulkanik dari Kawah Ijen.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSA) Wilayah III Jember, Setyo Utomo mengimbau warga, bila mencium bau gas sulfur atau belerang segera menggunakan masker. 
 
"Untuk langkah darurat bisa menggunakan kain yang dibasahi, lalu dijadikan penutup hidung dan mulut," ucap Setyo, ditemui Medcom.id saat Rapat Koordinasi Perkbangan Ijen di Paltuding, Rabu, 4 April 2018.

Setyo menjelaskan, hingga kini BKSDA masih menutup kawasan Kawah Ijen dari semua aktivitas. Kendati statusnya masih berada pada Level I atau normal.

Baca: Status Gunung Ijen Masih Dievaluasi

"Jika dalam perkembangannya membaik, Kawah Ijen bisa saja dibuka lagi. Tapi tetap secara bertahap," tambah Setyo Utomo.

Pantauan Medcom.id, dalam rapat koordinasi dan evaluasi tentang perkembangan Kawah Ijen itu, hadir pula Kadis Parpora Bondowoso dan Banyuwangi, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen, Perhutani, PTPN, serta para pemangku wilayah Ijen.

Kawah Gunung Ijen secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bodowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kawah terbesar di dunia ini mengeluarkan embusan gas belerang yang tertiup angin melalui aliran Sungai Kalipait, Rabu, 21 Maret 2018 malam.

Baca: Ijen Diprediksi akan Muntahkan Gas Beracun Lagi

Embusan gas belerang itu menyusuri lembah Sungai Kalipait hingga mencapai jarak lebih dari 7 km. Akibatnya, warga di 2 dusun yakni Margahayu dan Watucapil, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen yang memang dekat dengan bantaran sungai itu sempat terpapar embusan gas belerang.

Warga di dua dusun itu pingsan setelah menghirup gas belerang. Puluhan warga yang pingsan dievakuasi ke Puskesmas Ijen. Sementara ratusan warga diungsikan ke beberapa desa sekitar untuk menjauh dari Kawah Ijen.


(LDS)