Isu Rohingya `Digoreng` buat Menjatuhkan Pemerintah

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 07 Sep 2017 19:35 WIB
rohingya
Isu Rohingya `Digoreng` buat Menjatuhkan Pemerintah
Warga etnis Rohingya beraktivitas di kamp pengungsian di Rakhine, Myanmar, Ant - Willy Kurniawan

Metrotvnews.com, Surabaya: Kapolri Jenderal Tito Karnavian beranggapan ada pihak yang sengaja memanfaatkan isu krisis kemanusiaan di Myanmar untuk mendelegitimasi pemerintah. Hal itu didasari hasil kajian yang menggunakan software analyst opinions.

Kapolri mengungkapkan itu dalam acara The 3rd International Conference on Contemporary Social and Political Affair di Surabaya, Jawa Timur. "Ada yang sengaja dikaitkan antara pemerintah Indonesia dengan Myanmar. Namun yang lebih dominan isu pemerintahan," kata Tito, Kamis 7 September 2017.

Tito mengakui, krisis kemanusiaan di Myanmar, membetot solidaritas warga Indonesia, terutama keprihatinan terhadap etnis Rohingya. Lantaran itu, masyarakat mendesak pemerintah bertindak. Namun, tambah dia, ada pihak yang memanfaatkan momen ini untuk kepentingan politik lokal.

"Kepentingan lokal yang dimaksud yakni mendelegitimasi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Jadi, bukan lagi untuk kepentingan Rohingya, tapi dibikin seperti (delegitimasi) itu supaya pemerintahannya jatuh," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tak menyebut pihak-pihak yang dengan sengaja memanfaatkan momen tersebut. Selama tidak tidak bersinggungan langsung dengan pelanggaran, maka belum bisa dilakukan penindakan. 

"Kami berharap, agar masyarakat dapat membedakan antara solidaritas untuk Pemerintah Myanmar dan solidaritas untuk mendelegetimasi pemerintahan Joko Widodo," harapnya.


(ALB)