Pelepas Arapaima di Sungai Brantas Terancam 10 Tahun Penjara

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 03 Jul 2018 13:21 WIB
lingkungan hiduphewan dilindungi
Pelepas Arapaima di Sungai Brantas Terancam 10 Tahun Penjara
Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP) Muhlin. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP) Surabaya I di Juanda masih meminta pertanggungjawaban pemilik yang sengaja membuang ikan arapaima ke sungai Brantas. Ikan predator yang memiliki panjang maksimal tiga meter tersebut dinilai membahayakan ekosistem budidaya ikan di perairan.

Kepala (BKIPM-KHP) Surabaya I, Muhlin, menyebut ikan predator asal Amerika Selatan tersebut masih dicari di beberapa lokasi. Pihaknya sudah memeriksa pelepas ikan arapaima dan saksi lain.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan baik terhadap pemilik berinisial HP alias H Ghofur asal Mojokerto maupun saksi-saksi. Dan kami juga meminta agar pemilik bertanggung jawab untuk turut  mencarinya," ujar Muhlin, Selasa, 3 Juli 2018.

HP terancam 6 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar atas perbuatannya yang membudidayakan ikan predator asal luar negeri yang terlarang itu. Sedangkan perbuatan sengaja merusak lingkungan dengan cara menyebarkan ikan predator ke sungai, HP terancam 10 tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

"Kita enggak pernah mengeluarkan surat izin untuk ikan jenis ini. Karena ikan ini termasuk ikan yang dilarang. Jelas ini ilegal," tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap pemilik dan saksi-saksi, diketahui ada sekitar 52 ikan yang dimiliki HP. Awalnya, pemilik mengatakan hanya memiliki 30 ekor ikan arapaima yang langsung diamankan Balai Karantina Ikan. Sebanyak 18 ekor dilepas ke sungai.

"Yang sudah ditemukan 16 ekor. Satu ekor baru ditemukan di Surabaya pagi tadi, dan masih ada satu ekor lagi yang masih berkeliaran. Sebagian sudah dimakan warga," katanya.

Dalam keterangannya, pemilik sudah lama memelihara ikan arapaima. Dia terpaksa membagi-bagikan ikan ini lantaran sudah tidak kuat untuk memberi makan ikan yang hidup di sungai Amazon tersebut.

"Ikan jenis ini kan membutuhkan biaya besar untuk memeliharanya, mungkin mereka enggak kuat, akhirnya dilepaslah ke sungai," tandasnya.


(SUR)