Anak Buah Walkot Batu Jadi Justice Collaborator KPK

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 06 Apr 2018 20:27 WIB
kasus korupsi
Anak Buah Walkot Batu Jadi <i>Justice Collaborator</i> KPK
Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Batu, Edi Setyawan, menjadi justice collaborator Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Batu, Edi Setyawan, menjadi justice collaborator Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tuntutan ke Edi lebih ringan setelah mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dituntut 8 tahun penjara.

"Terdakwa dituntut 6 tahun dengan denda sebesar Rp200 juta dan subsidair dua bulan kurungan penjara," kata Jaksa KPK, Ronald Ferdinand Warontik saat pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di jalan Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 6 April 2018.

(Baca: Mantan Wali Kota Batu Dituntut 8 Tahun Penjara)

Terdakwa mengikuti perintah dari terdakwa mantan Eddy Rumpoko. Namun, Edi Setyawan lebih aktif karena mengatur beberapa hal dalam dugaan tindak pidana korupsi bersama terpidana Filipus Djap (rekanan).

"Mulai dari perannya mengatur kemenangan lelang untuk Filiphus Djap, komunikasi dan kordinasi dalam permainan proyek itu, tuntutan enam tahun dirasa pas," ungkap Ferdinand.

Terdakwa telah terbukti melanggar pasal yang sama yakni pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 dan pasal 64 KUHP.

Namun, Jaksa KPK menyebut permohonan Edi Setyawan untuk menjadi justice collaborator diterima karena membantu pengungkapan perkara ini. "Berkat pengakuan dan keterangan-keterangan dia, kita bisa mengungkap terdakwa Edy Rumpoko," tambahnya.

Status justice Collaborator, lanjutnya, saat berguna ketika menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan.

 


(SUR)