Ketua KPK 'Minta Maaf' Jerat Banyak Pejabat Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 04 May 2018 20:34 WIB
kasus suapkasus korupsisuap ketua dprd malang
Ketua KPK 'Minta Maaf' Jerat Banyak Pejabat Malang
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo usai menghadiri Diskusi Terbuka di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat 4 Mei 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo 'meminta maaf' atas pengungkapan kasus korupsi yang menjerat banyak pejabat pemerintahan di Kota Malang, Jawa Timur. Hal ini disampaikannya  saat menjadi narasumber di kota pendidikan ini.

"Untuk Kota Malang, saya mohon maaf ya karena wali kotanya kena. Selain itu juga banyak anggota dewan yang kena," katanya usai menghadiri Diskusi Terbuka di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat, 4 Mei 2018.

KPK telah menetapkan 21 pejabat pemerintahan Kota Malang sebagai tersangka. Di antaranya adalah 19 anggota DPRD Kota Malang, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistyo serta Wali Kota Malang non aktif Moch Anton.

Dia mengaku sangat prihatin dengan kasus yang terjadi di Kota Malang ini. Sebab, uang yang dikorupsi bisa terbilang 'receh'.

"Tapi ya itulah. Saya sangat prihatin kalau dari alat bukti yang tersedia itu. Terutama temen-temen anggota dewan itu uangnya kan nggak seberapa besar ya," bebernya.

Baca: KPK Panggil Sekwan Kota Malang

Moch Anton diduga memberi fee kepada ketua dan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 sebesar Rp700 juta. Fee tersebut diduga untuk memuluskan pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Moch Anton memberikan fee tersebut bersama-sama Jarot Edi Sulistiyono. Kemudian, oleh M Arief Wicaksono fee tersebut sejumlah Rp600 juta dibagi-bagikan kepada sejumlah anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

Walau demikian, uang sebesar apapun tetaplah pidana korupsi bila sudah melanggar aturan yang telah ada. Kasus ini diharapkan jadi pelajaran bagi Kota Malang dan daerah lain.

"Jadi ya sekecil apa pun jangan dilakukan lain kali. Mudah-mudahan itu nanti menjadi pelajaran pada teman-teman DPRD yang lain," pungkasnya.

 


(SUR)