Pasutri Ditangkap di Malang Jarang Ikut Kegiatan Warga

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 15 May 2018 07:11 WIB
Teror Bom di Surabaya
Pasutri Ditangkap di Malang Jarang Ikut Kegiatan Warga
Rumah terduga teroris di Malang, digeledah polisi. (MEdcom.id/Daviq)

Malang: Pasangan suami istri (pasutri) terduga teroris ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, ditangkap polisi. Mereka adalah Arifin dan Siti Rohaida. Tetangga Arifin dan Rohaida mengungkap, pasutri itu jarang mengikuti kegiatan warga. 

Seorang tetangga Arifin dan Rohaida, Lidia, tak menyangka tetangganya masuk dalam jaringan teroris. Lidia mengungkap, Rohaida jarang mengikuti kegiatan di lingkungan tersebut. "Tapi kalau ada rapat RT atau kegiatan ibu-ibu PKK, jarang ikut. Bu Ida memang mulai pakai cadar dalam setahun belakangan," ucap Lidia, usai polisi menggeledah rumah kedua pasutri di Jalan Kapi Sraba XI Blok 10 H nomor 12 RT 04/RW 16, Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin 14 Mei 2018.

Warga lainnya, Winanti, mengaku pernah berkomunikasi dengan Rohaida. Rohaida kala itu berbicara perihal kegiatan sosial dan masakan. Winanti pun tak menyangka, Rohaida menjadi terduga teroris. 

"Rumah Bu Ida sering didatangi teman-temannya. Tapi warga sekitar tidak kenal dengan teman-temannya. Datang, masuk. Selesai, keluar ya langsung pulang," tuturnya.

Winanti menambahkan, Rohaida tidak tergabung dalam grup WhatsApp  warga sekitar yang dibentuk sejak tiga tahun lalu. Sehingga, warga pun tidak terlalu dekat dengan Rohaida.

Salah seorang warga sekitar, Wati, menuturkan pasutri tersebut berjualan telur asin dan kerupuk. Namun  warga yang ingin membeli, tidak boleh masuk ke dalam rumah. 

"Warga kalau mau beli disuruh menunggu di luar saja. Orangnya sebenernya ramah tapi tertutup," ucapnya

Ketua RT setempat, Azrizal Fahmi mengaku Arifin bekerja di kantor pos dan sering pulang kerja saat malam hari. "Karena yang laki kerja sampai malem. Yang saya tahu ya rumahnya sering di tutup," kata Azrizal 

Baca: Rumah Terduga Teroris di Malang Digeledah


(LDS)