Bukan Dodol, Jenazah Mayawati yang Dibawa ke Keluarga

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 15 May 2018 18:18 WIB
Teror Bom di Surabaya
Bukan Dodol, Jenazah Mayawati yang Dibawa ke Keluarga
Peti jenazah Mayawati siap dikebumikan. Mayawati meninggal dalam ledakan bom di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, Medcom.id - Daviq Umar

Malang: "Nanti pulang gereja, saya mau beli dodol. Buat papa kamu," demikian pesan terakhir yang disampaikan Mayawati, 82, sebelum ajal menjemput. Mayawati merupakan salah satu korban yang meninggal akibat ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya, Jawa Timur.

Pesan singkat yang disampaikan Mayawati itu diterima Maria Hamdani. Mayawati merupakan adik dari papa-nya Maria.

"Waktu itu, dia mau beli dodol dan mau titip kasih buat papa saya," ujar Maria di Rumah Persemayaman Gotong Royong, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, 15 Mei 2018.

Mayawati, lanjut Maria, mengirimkan pesan singkat itu sebelum berangkat untuk beribadah di Gereja. Rencananya, Mayawati membeli dodol lalu menyerahkan oleh-oleh itu ke Maria. 

Memang, Maria berencana ke Malang untuk menjenguk ayahnya. Membeli dodol untuk keluarga, ujar Maria, menjadi kebiasaan Mayawati setelah pulang beribadah.

Tapi, takdir berkata lain. Bom meledak di Gereja SMTB. Maria mendapat kabar mengenai peristiwa itu. Ia pun khawatir dengan kondisi tantenya. Maria pun mencari kabar Mayawati.

Sebuah pesan berantai pun masuk ke handphonenya menyebutkan Mayawati tewas dalam ledakan. 

"Terus saya cari ke beberapa rumah sakit itu, tapi tidak ada. Tante saya ketemunya di RSUD dr Soetomo, jenazahnya tanpa nama. Karena KTP-nya tidak ada, hilang," cerita Maria.

Maria mengaku kehilangan sosok Mayawati. Ia tak menyangka tantenya itu menjadi korban dalam ledakan.

Mayawati merupakan jemaah di Gereja SMTB. Mayawati senang beribadah di gereja tersebut. 

"Kata beliau, pengurus gereja menghormati dan peduli dengan orang tua. Makanya dia senang beribadah di sana," ungkap Maria.

Bukan dodol yang dibawa Maria sebagai titipan oleh-oleh untuk ayahnya. Ia justru membawa jenazah tantenya pulang ke kampung halaman. Maria dan seluruh kerabat berduka kehilangan sosok Mayawati yang dikenal dekat dengan keluarga.

Maria mengatakan keluarga akan mengkremasi jenazah di Pemakaman Sentong, Lawang, karena tradisi keluarga. "Saat ini keluarga besar sudah berkumpul semua dari Surabaya dan Malang," ungkapnya.

Pada Minggu pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, bom meledak di Gereja SMTB. Setelah itu, dua ledakan kembali terjadi di Surabaya, tepatnya di Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Rentang waktu tiga ledakan hanya dalam 1,5 jam.

Puluhan orang tewas, termasuk pelaku pengeboman. Puluhan lainnya terluka.

Teror belum berakhir. Pada Senin, 14 Mei 2018, bom meledak di Mapolrestabes Surabaya. Empat pelaku pengeboman tewas. 


(RRN)