Pemprov Jatim Berencana Memfungsikan Tiga Ruas Tol saat Lebaran

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 20 Sep 2017 13:24 WIB
tol
Pemprov Jatim Berencana Memfungsikan Tiga Ruas Tol saat Lebaran
Ilustrasi -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memfungsikan tiga ruas jalan tol untuk jalur fungsional saat mudik Lebaran 2018. Fungsionalisasi jalan tol yang dilakukan pada Lebaran lalu, terbukti mampu mengurai kemacetan di sejumlah titik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur Gatot Sulistyo Hadi mengatakan, tiga ruas jalan tol yang akan difungsikan, yaitu tol Mantingan-Kertosono, tol Pandaan-Malang, dan tol Pasuruan-Probolinggo. Ia sudah mengajukan surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar tol yang belum selesai bisa dipakai mudik Lebaran lagi tahun depan.

"Saat dikonfirmasi awal September lalu, ternyata sanggup (diizinkan)," kata Gatot di Surabaya, Jawa Timur, Rabu 20 September 2017.

Menurut Gatot, pihaknya sengaja menyiapkan jalur mudik jauh-jauh hari. Sebab, segala sesuatunya membutuhkan analisis dan perhitungan.

"Yang paling urgent itu tol Mantingan-Kertosono dan Pandaan-Malang," lanjutnya.

Gatot menjelaskan, tol fungsional sangat dibutuhkan saat mudik karena jalur Malang dan Batu terkenal dengan kemacetannya. Jalan akan semakin padat saat mudik Lebaran.

"Jalur Malang, LHR (lalu lintas harian rata-rata) melebihi kapasitas jalan. Nantinya, fungsional hanya sampai Karanglo. Ini sudah cukup. Interchange di Pakis, dilanjut lagi 5 kilometer, berhenti di Madyo Puro," urai mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Jatim ini.

Nantinya, masyarakat yang hendak bepergian ke Malang maupun ke Batu jadi lebih dekat dan tidak perlu berhadapan dengan macet. Sementara, tol Pasuruan-Probolinggo juga dinyatakan siap dan diusahakan bisa dipakai mudik Lebaran tahun depan.

Meski begitu, masih ada titik yang tidak bisa dilalui. Gempol-Pasuruan sudah diresmikan sampai Rembang. Dari Rembang sampai Bukir/ Sidogiri diperkirakan selesai sebelum Lebaran. Ini berarti yang tidak bisa dilalui sekitar 15 kilometer.

"Jalur yang belum bisa dilalui dari Bukir hingga Grati, karena pembebasan tanahnya masih 48 persen," tandasnya.


(NIN)