Dua Tahanan Kabur Polsek Tambaksari Berhasil Ditangkap

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 18 Apr 2017 18:39 WIB
tahanan kabur
Dua Tahanan Kabur Polsek Tambaksari Berhasil Ditangkap
Ilustrasi tahanan kabur, MI

Metrotvnews.com, Surabaya: Dua dari tujuh tahanan kabur Polsek Tambaksari, Kota Surabaya berhasil ditangkap. Total tiga tahanan kabur yang berhasil ditangkap kembali.

Dua tahanan yang ditangkap yakni, Jefry Margaputra, 21, warga Krampung Tengah, Kota Surabaya. Jefry menyerahkan diri kepada Polsek Bungah, Kabupaten Gresik, pada Senin malam, 17 April 2017. Satu tahanan kabur lagi yang berhasil ditangkap yakni, Fadila Arfan, 25, asal Blitar. 

"Yang terakhir kami tangkap di Kota Batu. Diduga kuat dialah otak atas kaburnya tujuh tahanan itu," kata Kombes Pol Muhammad Iqbal, di Surabaya, Selasa 18 April 2017.

Dijelaskan Iqbal, saat ini masih ada empat tahanan kabur yang masih dalam pengejaran. Tim yang dibentuk dari Satreskrim dan Satreskoba Polrestabes Surabaya hingga saat ini masih bergerak mengejar keempat pelaku.

"Masih kami kejar. Doakan saja semoga cepat ditangkap," imbuhnya.

Senin dini hari, 17 April 2017 sekira pukul 02.00 WIB, tujuh tahanan Polsek Tambaksari kabur dari sel. Mereka berhasil kabur setelah berhasil menjebol plafon dan memutus tali besi.

Sistem Keamanan Tahanan di Polsek Dievaluasi

Terkait kaburnya tahanan di Polsek Tambaksari, Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya akan mengevaluasi sistem keamanan di 23 polsek. Sebab, kaburnya tahanan menunjukkan masih ada kelemahan sistem keamanan tahanan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Muhammad Iqbal mengatakan, kaburnya tahanan menunjukkan adanya kelemahan keamanan. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penguatan manajemen SDM dan struktur bangunan di sel tahanan.

"Akan kami evaluasi lagi. Manajemen SDM keamanan akan kami perkuat begitu juga untuk struktur bangunan sel," katanya di Surabaya, Senin 17 April 2017.

Menurut Iqbal, kaburnya tahanan di Mapolsek Tambaksari menunjukkan masih adanya kelonggaran keamanan di sel. Terutama terkait struktur bangunan yang rapuh dan mudah dijebol tahanan.

"Pengakuan tersangka R yang berhasil kami tangkap juga mengatakan dia bisa menjebol plafon dan memutus tali besi di atas plafon," ungkapnya.

Terkait alat yang digunakan tahanan memutus tali besi setelah berhasil menjebol plafon, Iqbal masih belum mengetahui. Saat ini, tahanan tersebut masih diperiksa penyidik.

"Belum tahu, ya. Masih didalami nanti akan kami jelaskan setelah selesai diperiksa," ujarnya.


(RRN)