Mentan Panen Benih Padi Hibrida bersama Petani Ngawi

Intan fauzi    •    Kamis, 27 Oct 2016 15:19 WIB
mentanberita kementan
Mentan Panen Benih Padi Hibrida bersama Petani Ngawi
Mentan Andi Amran Sulaiman panen padi di Desa Ngompro, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Foto: MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Ngawi: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memanen benih padi hibrida Sembada B9 bersama para petani di Desa Ngompro, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Benih padi ini diproduksi PT Biogene Plantation.

Amran tiba di lokasi panen sekira pukul 10.30 WIB. Ia disambut warga sekitar dan tarian Reog Ponorogo.

Saat memanen benih, Amran didampingi Dirjen Tanaman Pangan Kementan Hasil Sembiring, Bupati Ngawi Budi Sulistiyono, Wakil Ketua Komisi IV DPR Ibnu Multazam, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto, dan Direktur Utama PT Biogene Plantation Bambang Purwadi Priyono.

Dirjen Tanaman Pangan Kementan Hasil Sembiring mengatakan, lahan dan air yang terbatas menjadi masalah dalam memproduksi padi. Karena itu, penggunaan benih padi hibrida adalah salah satu cara meningkatkan produktivitas.

"Potensi produksi padi varietas padi inbrida sekitar 5-8 ton per hektare, sedangkan potensi produksi padi varietas hibrida mencapai 9-11 ton per hektare," kata Hasil di lokasi, Kamis (27/10/2016).


Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR Ibnu Multazam saat panen padi di Desa Ngompro, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Foto: MTVN/Intan Fauzi

Manfaat penggunaan benih padi hibrida dirasakan petani Ngawi. Produksi padi petani meningkat sejak menggunakan benih padi hibrida melalui kerja sama dengan PT Biogene Plantation.

"Sebelum kami bekerja sama penanam padi inbrida, rata-rata penghasilan per musim 6-7,5 ton (padi) per hektare. Kami rasa hasil tersebut kurang maksimal, maka kami bekerja sama dengan PT Biogene Plantation. Petani menanam padi jenis hibrida dan hasilnya bisa meningkat maksimal 8-11 ton per hektare," papar salah satu petani di Ngompro, Suyanto.

Kelompok tani Ngawi mengawali kerja sama dalam penanaman benih sejak tahun 2012. Petani mampu menghasilkan 3-4 ton calon benih padi per hektare.

"Dan dibeli Rp17 ribu per kilogram oleh PT Biogene. Ini benar-benar meningkatkan taraf hidup kami sebagai petani," lanjut Suyanto.

Sampai saat ini, PT Biogene Plantation memiliki areal penangkaran benih padi varietas Sembada B9 dan Sembada 168 di Kabupaten Ngawi seluas 200 hektare dengan produksi benih sekitar 500 ton untuk memenuhi areal tanam 33 ribu hektare.


(MBM)