Daerah Rawan Gempa di Jatim Dipasangi Alat Pendeteksi

Amaluddin    •    Kamis, 17 Nov 2016 15:58 WIB
gempa
Daerah Rawan Gempa di Jatim Dipasangi Alat Pendeteksi
Bambang Sigit Sudaryono, 45, merakit alat sirene gempa bumi dan tsunami (EWS), di Desa Wonocoyo, Panggul, Trenggalek, Jawa Timur, MInggu (23/3/2014). Foto: Antara/Sahlan Kurniawan

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat ada lima daerah rawan gempa bumi. Lima daerah itu adalah Kabupaten Pacitan bagian selatan, Trenggalek bagian selatan, Tulungagung bagian selatan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Achmad Robiul Fuad, mengatakan gempa di daerah tersebut berkekuatan kecil antara 2,9 hingga 5,3 skala Richter. Sehingga, tidak berbahaya bagi warga setempat. 

"Gempa dengan skala kecil itu juga tidak berpotensi tsunami," kata Fuad, Kamis (17/11/2016).

Fuad mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Sebab, BPBD Jatim telah memasang delapan alat peringatan dini tsunami dan pergerakan tanah di delapan kabupaten/kota di Jatim. Itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gempa di daerah rawan gempa, misalnya Kabupaten Malang, Pacitan, Bondowoso, Nganjuk, dan Kota Batu.

"Alat itu nantinya bisa mendeteksi adanya pergerakan tanah, khususnya saat gempa dan longsor. Kami harap masyarakat ikuti informasi dan arahan dari BPBD dan BMKG setempat," kata dia.


Ekstensometer. Foto: ews-ugm.com

Alat bernama ekstensometer ini diciptakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Alat tersebut merupakan perangkat elektronika yang berfungsi mengukur parameter pergeseran tanah, curah hujan, dan sudut kemiringan permukaan tanah. 

Sensor ini menggunakan potensiometer multiturn sebagai komponen utama disertai dengan rangkaian penguat dan pengondisi sinyal.

Tak hanya itu, BPBD Jatim juga memasang alat serupa khusus untuk pendeteksi longsor di 22 kabupaten/kota di Jatim. Alat tersebut dipasang di daerah rawan longsor seperti Kabupaten Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Bondowoso, Situbondo, dan Kota Batu.

BPBD Jatim mengaku telah menyiapkan strategi tanggap bencana. Di antaranya menyiapkan peralatan dan logistik di beberapa daerah. Selain itu, BPBD juga menyiapkan jalur dan lokasi evakuasi.


(UWA)