Pesisir Sumenep Berpotensi Diterjang Puting Beliung

Rahmatullah    •    Kamis, 23 Nov 2017 17:56 WIB
puting beliung
Pesisir Sumenep Berpotensi Diterjang Puting Beliung
Pohon tumbang di Sumenep usai diterjang puting beliung – Rahmatullah

Sumenep: Warga pesisir Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diimbau berhati-hati terhadap potensi puting beliung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut wilayah tersebut terbiasa diterjang puting beliung, seperti yang sudah terjadi pada musim sebelumnya.

“Jadi selain beberapa desa yang sudah disapu puting beliung tempo hari, wilayah pesisir juga berpotensi sama,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, Kamis 23 November 2017.

Dia berharap tidak ada korban jiwa jika terjadi puting beliung lagi. Dan bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana tersebut, bisa diajukan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bantuan keuangan akan  disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah. Sesuai amanah Peraturan Bupati Sumenep Nomor 5 tahun 2015, rumah rusak berat akan dibantu sebesar Rp2,5 juta, sedangkan rusak sedang Rp1,5 juta, dan untuk rusak ringan Rp750.000.

Sementara Pengamat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep, Agus Arif Rahman, mengungkapkan warga bisa mengenali tanda-tanda terjadinya puting beliung. Jika pada malam hingga pagi hari udara terasa gerah, maka itu merupakan tanda bakal terjadi puting beliung. Kondisi gerah tersebut disebabkan radiasi matahari yang cukup kuat

Lalu di pagi hari, kata Agus, ada awan awan putih berlapis-lapis atau dikenal dengan istilah cumulus. Di antaranya terdapat satu jenis awan yang mempunyai batas tepi yang sangat jelas, yaitu berwarna abu-abu dan menjulang tinggi seperti bunga kol.

“Lalu awan cumulus itu akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam. Awan tersebut diistilahkan sebagai awan cumulonimbus,” terang Agus.

Setelah itu, lanjut dia, biasanya terjadi hujan lebat disertai petir, juga angin kencang. Pepohonan juga merespons hal itu dengan bergoyang-goyang.


(ALB)