Lima Pengedar Sabu Ditangkap, Satu Tewas Ditembak

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 04 Oct 2017 17:47 WIB
narkoba
Lima Pengedar Sabu Ditangkap, Satu Tewas Ditembak
Empat pengedar sabu yang berhasil ditangkap. Foto: MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur menyergap lima pengedar sabu di Surabaya. Empat berhasil ditangkap, satu orang tewas ditembus timah panas karena mencoba lari.

LT, 31; RN, 34; MP, 54; MT, 32; dan CP ,25, sama-sama berasal dari Surabaya. Mereka ditangkap karena BNNP Jawa Timur tengah mengendus jaringan besar yang beroperasi di Surabaya.

Mulanya, petugas BNNP Jawa Timur menangkap LT dan RN yang diduga menyimpan barang haram. Keduanya ditangkap di kontrakannya, kawasan Jalan Sini Jawar Surabaya, Senin 2 Oktober 2017, sekitar pukul 21.00 WIB.

"Berdasarkan informasi masyarakat, keduanya diduga menyimpan barang dengan jumlah besar. Akhirnya, petugas kita turunkan," ujar Kepala BNNP Jawa Timur, Irjen Fatkhur Rahman, saat mengungkap penangkapan tersangka di kantor BNNP Jawa Timur, Rabu, 4 Oktober 2017.

Di rumah kontrakan tersebut, petugas juga mendapati tiga orang laki-laki yang diduga rekan tersangka. Dia adalah MP, MT d,an CP. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas mendapati lima bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 504,75 gram.

Di dalam jok sepeda milik pelaku, juga ditemukan sabu seberat 2.019 gram atau 2 kilogram. "Jumlah total barang haram yang kami amankan kurang lebih sekitar 2,5 kilogram," tuturnya.

Selanjutnya, pada Selasa, (3/10) petugas kembali melakukan pengembangan terhadap RN. RN diminta untuk menunjukkan gudang sumber barang yang didapatinya. Namun, saat menuju ke lokasi, tersangka RN melakukan perlawanan dan melarikan diri dari kejaran petugas.

"RN ini merupakan pengendali barang. Jadi, dia tahu dimana letak gudang sumber sabu tersebut. Namun, karena dia melawan petugas, terpaksa petugas melumpuhkan pelaku," terangnya.

Selain 2,5 kilogram lebih sabu, tiga unit telepon gengganm berbagai merek, dua timbangan, buku catatan, dan dua sepeda motor jenis Yamaha dan Honda.

"Yang jelas, kami terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Mudah-mudahan ada tersangka lain," tandasnya.

Seluruh pelaku diancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


(SUR)