Pilgub Jatim 2018

Pasangan Gus Ipul Juga dari NU

Amaluddin    •    Minggu, 08 Oct 2017 12:52 WIB
pilkada 2018
Pasangan Gus Ipul Juga dari NU
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, MTVN - Ririn

Metrotvnews.com, Surabaya: Pasangan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur diumumkan pekan depan. Menurut Wakil Ketua Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Anwar Iskandar, pasangan Gus Ipul berasal dari kalangan NU.

"Pasangannya Gus Ipul nanti juga dari NU. Jadi cagub dan cawagubnya sama-sama NU," kata pria yang akrab disapa Gus War itu di Surabaya, Minggu 8 Oktober 2017.

Namun Gus War enggan menyebutkan nama calon. Ia meminta masyarakat menunggu pengumuman pada 15 Oktober.

"Yang jelas pasangannya akan diumumkan oleh parpol yang mengusungnya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Kediri itu.

Dalam Pilgub Jatim 2018, PKB berkoalisi dengan PDI Perjuangan. PKB mengusung Gus Ipul sebagai calon gubernur.

Sementara itu, sebagai koalisi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari, enggan berkomentar banyak soal kandidat pendamping Gus Ipul. Namun ia meyakini kandidat sesuai dengan masukan dari kiai-kiai di Jatim.

"Kami belum tahu siapa nama yang akan dipasangkan dengan Gus Ipul, nanti pusat yang berwenang mengumumkan," ujarnya. 

Sri Untati menegaskan kesepakatan kedua partai merupakan keputusan di tingkat DPP. Artinya, PKB dan PDI Perjuangan bersama-sama mendukung Gus Ipul.

"Jadi cagubnya dari PKB, sementara cawagubnya dari PDI Perjuangan," ungkap Sri Untari.

Baca: PDIP Isyaratkan Dukung Gus Ipul 

Gus Ipul pun mengaku belum mendapatkan nama untuk mendampinginya di Pilgub Jatim 2018. Ia hanya berharap publik segera mengetahuinya.

Di DPRD Jatim, PKB memiliki kursi terbanyak yaitu 20 kursi atau memenangkan 19,10 persen suara dalam Pemilihan Legislatif 2014. Sedangkan PDI Perjuangan memeroleh 18,92 persen suara dan berhak menduduki 19 kursi.

Peringkat ketiga ditempati Gerindra sebanyak 12,68 persen dan Partai Demokrat sebanyak 12,06 persen. Kedua partai sama-sama mendapatkan 13 kursi.

Kemudian, Partai Golkar memperoleh suara 9,35 persen dan mendapatkan 11 kursi. Perolehan suara PAN 6,20 persen, jumlahnya ini beda tipis dengan PPP sebanyak 6,19 persen. Namun, perolehan kursinya selisih 2 kursi. Untuk PAN mendapatkan 7 kursi. Sedangkan PPP hanya 5 kursi.

PKS mendapatkan suara 5,08 persen dan memperoleh 6 kursi. Partai yang baru mengikuti pemilu, NasDem memperoleh 5 persen suara dan memperoleh 4 kursi. Hanura meraih 3,74 persen dan hanya mendapatkan 2 kursi.

Sedangkan 2 partai lainnya PKPI dan PBB masing-masing meraih suara 1,14 persen dan 0,54 persen. Keduanya tidak mendapatkan kursi.



(RRN)