Warga Diminta Hentikan Aktivitas Galian C di Sumenep

Rahmatullah    •    Selasa, 17 Oct 2017 18:56 WIB
bencana alam
Warga Diminta Hentikan Aktivitas Galian C di Sumenep
Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, MTVN - Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Badan Penanggulangan Bencana Daeraj (BPBD) Sumenep, Jawa Timur, mengimbau warga menghentikan aktivitas galian C ilegal. Selain karena kontur tanah yang tidak stabil, longsor juga diyakini sebagai dampak dari tambang ilegal tersebut. Warga diharapkan mencari sumber penghasilan lain.
 
Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, menjelaskan salah satu bentuk galian C adalah tambang batu seperti di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi. Beberapa waktu lalu, lokasi tersebut sudah memakan korban karena longsor. Seorang pekerja tewas tertimbun reruntuhan batu dan tanah.
 
“Tolong hindari (galian C illegal). Itu pemicu longsor,” imbau Rahman, 17 Oktober 2017.
 
Rahman menuturkan, polisi sebenarnya sudah memasang papan larangan beraktivitas di lokasi tersebut. Tapi malah dicabut oleh warga. Warga beralasan tambang batu itu merupakan tumpuan penghasilan. Padahal pekerjaan tersebut sangat membahayakan dirinya dan orang lain.
 
Rahman menyebut di Sumenep banyak wilayah potensi longsor, di antaranya Desa Rubaru (Kecamatan Rubaru), Desa Pragaan Daja (Kecamatan Pragaan), dan Desa Payudan Daleman (Kecamatan Guluk-guluk).
 
“Kita perkuat kesadaran warga terhadap potensi bencana apa yang bakal terjadi, sehingga warga bisa melakukan langkah antisipasi sejak dini,” jelasnya.
 
Mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep itu juga merasa perlu membentuk relawan bencana di tingkat desa. Harapannya, potensi bencana sudah terdeteksi sejak dini. Sehingga setelah terjadi bencana apa pun, warga bisa langsung bertindak untuk melakukan evakuasi.
 
“Pertama yang harus memiliki ketangguhan bencana adalah desa, karena desa yang menghadapi bencana. Kami hanya mensupport. Karenanya, desa harus dibekali kapasitas seputar ketangguhan itu,” jelasnya.
 
Selebihnya, Rahman menyebut desa bisa menggunakan Dana Desa (DD) untuk membuat program yang berkaitan dengan bencana. Katanya, ada regulasi yang memperbolehkan penggunaan dana tersebut untuk bencana. Jika bencananya longsor, program yang bisa disediakan adalah berbentuk penguatan tebing.


(RRN)