Mahasiswa Baru UINSA Keluhkan Pungli oleh Panitia Ospek

Amaluddin    •    Selasa, 30 Aug 2016 21:38 WIB
pendidikan
Mahasiswa Baru UINSA Keluhkan Pungli oleh Panitia Ospek
Kegiatan Orientasi Cinta Akademik dan Almamater (OSCAAR) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa, 30 Agustus 2016. Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur, mengeluhkan pungutan liar (pungli) dalam kegiatan Orientasi Cinta Akademik dan Almamater (OSCAAR) atau yang biasa dikenal dengan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Setiap mahasiswa baru di kampus tersebut dimintai sumbangan ratusan ribu untuk keperluan pembelian atribut dan souvenir.

Besaran pungli yang dipatok panitia OSCAAR nilainya beragam di masing-masing fakultas. Misal, mahasiswa baru di Fakultas Syariah dan Hukum harus membayar sumbangan Rp147 ribu per mahasiswa, Fakultas Theologi dan Filsafat Rp140 ribu, dan Fakultas Adab dan Humaniora Rp90 ribu. Sedangkan di Fakultas Sains dan Teknologi, sebanyak 441 mahasiswa baru yang ikut kegiatan OSCAAR tidak dikenakan biaya alias gratis.

Rektorat UINSA melarang adanya pungutan atau sumbangan dalam bentuk apapun untuk kegiatan OSCAAR. Sebab, semua pembayaran telah menjadi satu saat pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru. 

Dalam SK itu dijelaskan bahwa panitia dilarang melakukan kekerasan, eksploitasi, intimidasi dalam bentuk penekanan baik fisik maupun nonfisik. Panitia dilarang menghimpun bantuan atau sumbangan dalam bentuk apapun. Bila melanggar ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi.


Gerbang kampus UINSA. Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Salah satu mahasiswa baru yang enggan disebut namanya mengatakan telah membayar Rp140 ribu. Setelah membayar, dia diberikan surat pernyataan kesepakatan disertai materai Rp6.000. Namun, kata dia, dalam surat pernyataan itu tidak diterangkan rincian penggunaan uang tersebut. 

"Karena saya mahasiwa baru, saya tak berani menolak. Jadi, ya terpaksa saya membayar dan menandatanganinya," kata pemuda asal Surabaya ini, Selasa (30/8/2016).

RB, mahasiswa baru dari Fakultas Syariah, mengaku membayar Rp147 ribu seperti yang dilakukan 830 mahasiswa lain di fakultas itu.

"Yang meminta tarikan itu kakak-kakak panitia DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa). Katanya untuk beli atribut OSCAAR," ujarnya.

Kepala Bagian Kemahasiswaan UINSA Surabaya, Jainuddin, mengatakan kegiatan OSCAAR di UINSA sudah tidak ada lagi tahun ini. Jadi, kata dia, segala bentuk penarikan sumbangan untuk pembelian atribut OSCAAR tidak dibenarkan alias illegal. 

"Sudah jelas di SK Rektor. Pembayarannya sudah menjadi satu dengan uang UKT. Jadi, jika ada tarikan lainnya, jelas itu ilegal," ujarnya.


(UWA)