Jember Berstatus Siaga Bencana per 1 Oktober

Antara    •    Jumat, 30 Sep 2016 17:30 WIB
Jember Berstatus Siaga Bencana per 1 Oktober
Ilustrasi--Banjir di Jalan Hayam Wuruk, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, 17 Desember 2013 (Foto: Ant/Seno)

Metrotvnews.com, Jember: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menetapkan status siaga bencana alam. Status Siaga Bencana itu mulai diberlakukan pada 1 Oktober seiring mulainya musim hujan di wilayah setempat.

"Berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatolgi dan Geofisika (BMKG) bahwa curah hujan di Jember diprediksi tinggi mencapai 400 hingga 500 milimeter. Sehingga perlu penetapan status siaga bencana," kata Kepala BPBD Jember Suhanan di kantor BPBD setempat, Jumat (30/9/2016).

Surat pengajuan penetapan status Siaga Bencana Kabupaten Jember sudah berada di meja Bupati Jember Faida. Diprediksi surat itu akan segera turun untuk segera disosialisasikan terkait kewaspadaan bencana kepada masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat mewaspadai bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung yang sering melanda pada musim pancaroba saat ini karena Jember merupakan salah satu kabupaten yang rawan bencana," tutur dia.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah daerah yang berpotensi terjadi bencana alam di Jember.

"Potensi rawan banjir berada di Kecamatan Patrang yang berada di Kelurahan Slawu, kemudian enam desa yakni Desa Kemuninglor, Kemiri, Pakis, Suci, dan Serut di Kecamatan Panti. Selanjutnya dua desa (Yosorati dan Gelang) di Kecamatan Sumberbaru dan empat desa di Kecamatan Silo yakni Desa Karangharjo, Harjomulyo, Pace, dan Mulyorejo," ujar dia.

Sedangkan wilayah rawan tanah longsor di Jember berada di 11 kecamatan yakni Kecamatan Jelbuk, Arjasa, Sumberjambe, Silo, Mayang, Ledokombo, Patrang, Mumbulsari, Sumberbaru, Puger, dan Panti.

"Kecamatan yang berpotensi terjadi banjir genangan berada di Kecamatan Tempurejo (lima desa), Kecamatan Kencong (tiga desa), Kecamatan Balung (satu desa), Kecamatan Rambipuji (satu desa), dan Kecamatan Wuluhan (satu desa)," tutur dia.

Ia berharap masyarakat yang berada di daerah potensi bencana meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Relawan yang tersebar di beberapa kecamatan juga dapat memantau titik rawan bencana. Seiring dengan penetapan status siaga bencana alam, BPBD Jember dengan sejumlah instansi sudah melakukan apel siaga bencana alam, pada Kamis (29/9/2016).
(TTD)