PKL dan Satpol PP Sidoarjo Belum Temukan Solusi

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 05 Oct 2016 09:49 WIB
penertiban pkl
PKL dan Satpol PP Sidoarjo Belum Temukan Solusi
Kepala Desa Banjar Bendo Kecamatan Kota Sidoarjo saat mediasi dengan Satpol PP Sidoarjo, Selasa (4/10/2016). (Metrotvnews.com/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Puluhan anggota Satpol PP dan polisi berjaga-jaga di sepanjang jalan raya Taman Pinang Indah Sidoarjo, Jawa Timur. Personel telah bersiaga sejak, Selasa, 4 Oktober, sore, agar pedagang kaki lima tak menggelar lapak di sana.

Penjagaan menyusul protes sebagian pemukim di kawasan Taman Pinang. Ketegangan berlangsung sejak 2015. Bahkan warga sempat memblokade jalan dengan beton besar. Namun, akses jalan kembali dibuka setelah ada mediasi.

Sejatinya, para PKL yang menggelar lapak adalah warga Dusun Banjarpoh, Desa Banjar Bendo. Taman Pinang masuk wilayah administratif dusun tersebut. 

"Cuma, warga Taman Pinang saja yang menolak. Alasannya, di sana merupakan kawasan bebas PKL. Tapi kan harus di carikan solusinya," ujar Kadus Banjarpoh Kusnadi, Rabu (5/10/2016).

Sementara, Kepala Desa Banjar Bendo Yuni Asma Budi mengatakan penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP tak lain atas instruksi pemerintah daerah. Hanya saja, pihaknya menekankan agar ada koordinasi terlebih dahulu, sehingga tidak memancing emosi pedagang dan warga. 

"Setelah kami lakukan mediasi dengan Satpol PP, ternyata penertiban itu instruksinya Pemda," ujar Yuni Asma. 

Pihaknya juga membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada titik temu atas persoalan tersebut. "Kami minta agar dicarikan solusi. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak karena ini merupakan kewenangan pemda," katanya. 

Dalam waktu dekat, pihaknya menginginkan mediasi antara pemda, DPRD dan pedagang. Sehingga persoalan tersebut tak berkepanjangan.

"Untuk sementara ini, kami minta Satpol PP meninggalkan tempat," katanya.


(SAN)