Status Naik, Polres Sidoarjo Siapkan Peresmian Nama Baru

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 27 Sep 2016 09:48 WIB
polri
Status Naik, Polres Sidoarjo Siapkan Peresmian Nama Baru
Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Muh. Anwar Nasir, MTVN - Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, bakal memiliki kantor Polresta. Sebab, status Polres Sidoarjo naik.

Kapolres Sidoarjo AKBP Muh Anwar Nasir membenarkan kenaikan status tersebut. Ia pun kini naik pangkat menjadi Kombes Pol.

"Alhamdulillah setelah kajian selama dua tahun, Polrea Sidoarjo kini naik status," kata Anwar di ruang kerjnaya, Senin (26/9/20167).

Anwar mengatakan perubahan status sesuai dengan Surat Telegram Kapolri ST/2325/IX/2016 tertanggal 23 September 2016. Anwar pun menyiapkan segala kebutuhan untuk pelantikan dirinya dan pengesahan nama baru Polresta Sidoarjo.

Menurutnya, ini adalah amanah dari pimpinan kepolisian untuk kembali memaksimalkan kinerja kepolisian terhadap pelayanan masyarakat. Metode dan segala terobosan baru, nantinya akan menjadi PR besar bagi polisi. 

"Jangan sampai ketika sudah menjadi Polresta, masyarakat menilai tidak ada perubahan sama sekali. Yang jelas ini sebagai pemacu semangat kepolisian untuk menjadi lebih baik lagi," katanya. 

Pihaknya mencontohkan, suatu terobosan baru yang dimunculkan Polres Sidoarjo. Salah satunya adalah SKCK berbasis IT dan SKCK mobil Keliling. Menurutnya, program tersebut merupakan inovasi pelayanan publik untuk mempercepat kepengurusan SKCK. 

"Dengan adanya program tersebut, setidaknya membuat masyarakat lebih mudah dalam mengurus SKCK. Jika biasanya dapat dijangkau beberapa hari, sekarang bisa diminimalisasi hanya beberapa jam saja," imbuhnya. 

Selain itu, struktur organisasi juga akan mengalami perubahan. Jika sebelumnya Staf atau Kasat (Kepala Satuan) berpangkat AKP, maka akan menjadi Kompol. Begitu juga Wakapolres yang sebelumnya berpangkat Kompol akan menjadi AKBP. 

"Sejauh ini masih ada 1.400 personil. Setidaknya kalau sudah menjadi Polresta akan bertambah personel paling tidak sekitar 2.000 personil," tandasnya. 


(RRN)