Orangtua Siswa Keluhkan Dana Sukarela Dipatok Jutaan Rupiah

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 23 Aug 2016 12:10 WIB
pendidikan
Orangtua Siswa Keluhkan Dana Sukarela Dipatok Jutaan Rupiah
Ilustrasi dana sukarela, Ant

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Orangtua siswa mengeluhkan dana partisipasi yang berlaku di SMPN 1 Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka keberatan dengan dana partisipasi yang mencapai kisaran Rp3 juta.

Sugeng, orangtua siswa, menilai besaran tersebut berkesan dipaksakan. Padahal tahun lalu, katanya, dana partisipasi hanya ratusan ribu rupiah.

"Jelas orang tua sangat keberatan dengan besaran dana partisipasi itu, ini kan harusnya sukarela bukan dana yang harus dibatasi sekian juta," ungkap Sugeng di depan SMPN 1 Sidoarjo, Selasa (23/8/2016). 

Dana partisipasi itu, kata Sugeng, biasanya untuk pembangunan dan perawatan sekolah. Itu tak terhitung dengan uang untuk penyediaan seragam.

Di lain tempat Kepala Sekolah SMPN 1 Sidoarjo Affani membenarkan penerapan dana partisipasi. Namun, katanya, penerapan dana itu bersifat sukarela.

"Itu mengacu pada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012," kata Affani melalui sambungan telepon seluler kepada Metrotvnews.com.

Affani menegaskan dana itu bukan pungutan. Tapi, dana tersebut merupakan sumbangan tanpa unsur paksaan. Jadi, pembayarannya tak mengikat dan tidak ada batas minimal.

"Kalaupun tak dibayar, ya tidak apa-apa," kata Affani.

Affani mengatakan komite sekolah sudah menyosialisasikan penerapan dana tersebut. Dana itu bertujuan untuk kebutuhan penyediaan komputer, wifi, dan sarana lain.

"Sifatnya tidak wajib. Dan setelah saya check kemarin, memang bervariasi. Ada yang ngasih Rp750 ribu, Rp1 juta, dan yang paling banyak Rp2 juta. Bahkan, ada juga yang tidak bayar sama sekali," katanya. 

SMPN 1 Sidoarjo, kata Affani, masuk dalam kategori sekolah rujukan. Status tersebut mengakibat sekolah membutuhkan banyak fasilitas dan ruang baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. 


(RRN)