Polda Jatim Diminta Jemput Paksa Ahmad Dhani

Amaluddin    •    Jumat, 19 Oct 2018 13:54 WIB
ujaran kebencian
Polda Jatim Diminta Jemput Paksa Ahmad Dhani
Puluhan massa yang mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Peduli (KMP) Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Mapolda Jaatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat, 19 Oktober 2018.

Surabaya: Puluhan massa yang mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Peduli (KMP) Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi itu dilakukan untuk mendesak Polda Jatim agar menjemput paksa Ahmad Dhani karena telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian.

"Kalau sudah menjadi tersangka, sudah seharusnya dilakukan penahanan. Karena itu kami mendesak Polda Jatim menjemput paksa Ahmad Dhani. Jangan biarkan Negara ini gaduh karena ucapan yang dilontarkan Ahmad Dhani," kata Koordinator Aksi, M. Sidiq, dalam orasinya.

Sidiq mengatakan, aksi dilakukan mewakili masyarakat Jatim yang telah menentang dan mengutuk keras ujuran idiot yang dilontarkan Ahmad Dhani dalam vlognya. Ia menilai Ahmad Dhani sebagai publik figur tidak beretika, karena ujaran tersebut sama halnya merendahkan sesama anak bangsa terutama warga Jatim, sehingga menimbulkan kebencian. 

"Ahmad Dhani merupakan publik figur, musisi dan kader salah satu partai politik yang seharusnya lebih menjaga marwah, etika dan tutur katanya," ujarnya.

Baca: Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Karena itu, Sidiq menyatakan mendukung penuh Polda Jatim yang telah menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian. Bahkan pihaknya akan mengawal proses hukum tersebut.

"Kami menuntut aparat penegak hukum agar tetap menjalankan tugasnya secara profesional dan transparan. Kami minta Polda mengusut tuntas kasus tersebut," katanya. 

Dalam aksinya, massa memajang berbagai poster berisi tulisan dukungan terhadap Polda Jatim agar mengusut tuntas kasus tersebut. Antara lain adalah "Tangkap Ahmad Dhani", "Usut Tuntas Kasus Ahmad Dhani Sampai ke Akar-akarnya", "Dukung Polda Jatim Segera Tangkap dan Tahan Ahmad Dhani".

"Kami akan terus mengawal dan menunjukkan kekuatan kita betul-betul kuat mengawal proses demokrasi. Kalau tidak kami kawal, ini sangat berbahaya terhadap demokrasi yang telah dipupuk selama ini," kata Hefniyanto, salah satu orator lainnya.

Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Penyidik sudah memeriksa saksi-saksi ahli, tata bahasa, dan sejumlah saksi lain sebelum menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka. Penyidik menyimpulkan Ahmad Dhani disangkakan melanggar pasal ujaran kebencian.

"Kami rangkum dan menyimpulkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Surabaya, Kamis, 18 Oktober 2018.

Ahmad Dhani dilaporkan elemen Koalisi Pembela NKRI ke Polda Jatim karena nge-vlog saat dia tertahan pendemo di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Minggu, 26 Agustus 2018. Saat itu, Dhani dijadwalkan hadir ke acara deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Deklarasi itu batal karena terjadi gesekan antara massa pro dan kontra.
 
Tak lama kemudian, vlog Dhani yang berisi ujaran kebencian 'idiot' itu viral, karena menyinggung demonstran. Saat diperiksa pada dua pekan lalu, suami dari Mulan Jameela itu mengatakan bahwa kata 'idiot' tidak ditujukan kepada pendemo.


(ALB)