Pemkab Klasifikasi Korban Puting Beliung Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 29 Nov 2017 18:33 WIB
puting beliung
Pemkab Klasifikasi Korban Puting Beliung Sidoarjo
Sejumlah rumah dan fasilitas uimum rusak di Sidoarjop diterjang puting beliung

Sidoarjo: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memverifikasi jumlah korban puting beliung di Kecamatan Waru, Sidoarjo. Verifikasi itu untuk mengklasifikasi korban penerima bantuan atas kerusakan rumah yang menimpa ratusan korban di tiga desa Kecamatan Waru, Sidoarjo. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Dwijo Prawito mengungkapkan hingga saat ini ada sekitar 902 rumah yang masuk dalam data kerusakan rumah akibat puting beliung. Namun jumlah itu masih perlu diverifikasi untuk mengklasifikasi penerima bantuan. 

"Dari hasil verifikasi itu, nantinya kita bisa menentukan apakah rumah si A masuk dalam kategori rusak ringan, sedang ataupun rusak parah," ujar Dwijo, Rabu, 29 November 2017. 

Dalam bencana puting beliung, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum. Namun, proses pencairan bantuan itu tetap pada prosedur yang ada. 

"Makanya, setelah dikalsifikasikan semua, dan data itu sudah valid maka bisa dicairkan," katanya. 

Untuk pencairan, pemerintah tidak menggelontorkan sejumlah dana bantuan kepada warga. Dengan menggandeng Bank Jatim, warga akan dibuatkan rekening dari Bank Jatim untuk proses pencairannya. 

"Jadi untuk memastikan, bantuan itu memang benar-benar langsung turun ke korban. Syukur-syukur warga sudah ada yang punya rekening bisa langsung dicairkan melalui rekening itu juga. Kecuali yang tidak punya rekening," terangnya. 

Untuk kerusakan ringan, pemerintah Sidoarjo memberikan bantuan senilai Rp5 juta, sedangkan kerusakan sedang akan dibantu senilai Rp10 juta. Dan untuk rumah yang masuk kategori kerusakan berat, maka akan dibantu senilai Rp20 juta. 

Pihaknya mengakui, bahwa dalam proses verifikasi sempat terjadi kendala. Ada beberapa warga yang saat didatangi rumahnya sedang tidak ditempat. Sehingga proses verifikasi yang sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu sempat menyulitkan perangkat. 

"Fotonya sudah ada semua, tapi tetap kita cocokkan dengan orang yang bersangkutan. Kalau enggak ada ditempat bagaimana kita mau mencocokan. Kesulitannya disana," tandasnya. 


(ALB)