KPAI: Kasus Pencabulan Murid Terbanyak di Surabaya

Amaluddin    •    Selasa, 27 Feb 2018 16:33 WIB
pencabulan
KPAI: Kasus Pencabulan Murid Terbanyak di Surabaya
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti, usai mendatangi Mapolda Jatim. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut Kota Surabaya menjadi daerah tertinggi di Indonesia dalam kasus pencabulan terhadap murid. Sebab, jumlah korban pencabulan mencapai 65 orang.

"Makanya jumlah korban paling banyak di Surabaya," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti, usai mendatangi Mapolda Jatim, Selasa, 27 Februari 2018.

Namun, Retno belum bisa menyebut rinci jumlah kasus pencabulan di tanah air. Ia hanya mencatat jumlah korban kasus pencabulan di Surabaya paling banyak dari kejadian sebelumnya.

"Saat saya ke Jombang ada sekitar 25 korban, tapi di Surabaya lebih banyak lagi," katanya.

Baca: Sekolah Tutup Mulut Kasus Pencabulan 65 Siswa

Selain di Jatim, kata Retno, kasus serupa juga terjadi di Lampung. Berdasarkan catatannya, ada sebanyak 42 korban pencabulan yang dilakukan oleh guru pada akhir 2017. Kemudian kasus pencabulan di Tanggerang sebanyak 41 siswa. "Lalu di Jakarta ada 16 korban yang melakukan juga guru olahraga," ujarnya.

Untuk pelaku pencabulan, tegas Retno, dipastikan akan mendapatkan hukuman tambahan. Mengingat, korbannya adalah anak-anak. "Pelaku pencabulan 65 siswa di Surabaya dipastikan dijerat Pasal 82 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dan ditambah sepertiga dari hukuman maksimal," uajr Retno.

Pada Kamis 22 Februari 2018, Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim menangkap seorang guru berinisial MSH yang mencabuli 65 siswanya di Surabaya. Kasus ini terungkap berawal dari laporan para orang tua korban. 

Modus pelaku cukup beragam untuk mencabuli korbannya. Mulai dengan meremas kemaluan anak, mengusap pantat anak, menggesekkan kemaluan tersangka ke pantat anak, hingga menyuruh anak siswa memegang dan meremas kemaluan tersangka. 

Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Jatim. Tersangka terancam dengan pasal pencabulan terhadap anak di bawah umur sesuai dimaksud pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


(ALB)