Kades Kepuhanyar Jadi Buron karena Korupsi Dana Desa

Nurul Hidayat    •    Rabu, 24 Jan 2018 18:55 WIB
kasus korupsidana desa
Kades Kepuhanyar Jadi Buron karena Korupsi Dana Desa
Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Foto: Medcom.id/Nurul Hidayat

Mojokerto: Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memasukkan Kepala Desa Kepuhanyar Agung Priyanto dalam Daftar Pencarian orang (DPO). Agung yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dinilai tidak patuh dan beruaha melarikan diri.

"Sudah kita tetapkan sejak pekan lalu sebagai DPO karena yang bersangkutan tidak ada di tempat saat akan dilakukan penjemputan oleh pihak kejaksaan," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Fathur Rohman kepada Medcom.id dikantornya, Rabu, 24 Januari 2018.

Agung tidak pernah memenuhi panggilan kejaksaan saat proses penyelidikan hingga penyidikan yang berjalan sejak September 2017. Selain itu, yang bersangkutan juga tidak kooperatif terhadap proses hukum kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp690,9 juta.

Kejaksaan Negeri Mojokerto akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memburu Agung. "Selain itu juga kita terjukan tim sendiri dari kejaksaan untuk mencari keberadaan Agung," pungkasnya.

Dia menyebut, Kejaksaan Negeri Mojokerto sudah memeriksa 10 saksi yang terdiri dari bendahara desa, sekretaris desa, badan permusyawaratan desa, serta perangkat desa lain. Dari pemeriksaan para saksi, jaksa mendapat fakta anggaran DD dan ADD Desa sengaja digelapkan, bukan sekedar ketidakpahaman administrasi.

"Sengaja digelapkan yakni mulai dari anggaran fiktif hingga Mark-Up anggaran," jelasnya.

(Baca: 122 Kepala Desa Jadi Tersangka Korupsi)


 


(SUR)