Munculnya Awan Hitam Tanda Bahaya bagi Nelayan

Rahmatullah    •    Jumat, 01 Dec 2017 16:46 WIB
cuaca ekstrem
Munculnya Awan Hitam Tanda Bahaya bagi Nelayan
ilustrasi Metrotvnews.com

Sumenep: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep, Jawa Timur, meminta nelayan setempat berhati-hati saat muncul awan hitam atau cumulonimbus (CB). Awan tersebut merupakan tanda akan terjadi angin kencang dan gelombang tinggi secara tiba-tiba.

"Di bawah gumpalan awan CB akan terkena angin kencang dan gelombang tinggi meski sesaat," kata Pengamat Meteorologi di BMKG Kalianget, Agus Arif Rahman, Jumat 1 Desember 2017.

Agus menyarankan nelayan tradisional menunggu awan CB berkurang atau berpencar. Sebab jika dipaksakan, bisa berdampak negatif bagi nelayan. Menurut dia, nelayan lebih baik menunda pelayaran daripada berakibat fatal bagi keselamatan.

Secara keseluruhan, lanjutnya, warna biru pada peta prakiraan menunjukkan kondisi perairan cukup kondusif, kecuali perairan utara Jatim yang tingginya masih di atas 1,25 meter. Dengan kata lain, sebenarnya cuaca di perairan masih aman untuk aktivitas penangkapan ikan secara tradisional.

"Tapi jika ada daerah lokal yang di atasnya ada awan CB, sebaiknya ditahan dulu (berlayar), karena berpotensi angin kencang dan gelombang tinggi di bawahnya," ungkap dia.

Untuk saat ini, kata dia, Sumenep diperkirakan diguyur hujan sedang. Namun begitu, awan cumulonimbus masih berpotensi muncul di beberapa tempat. Dia berharap warga lebih berhati-hati ketika hendak keluar rumah, terutama saat turun hujan.

"Silakan update informasi terkini cuaca di situs resmi BMKG. Atau unduh aplikasi yang memuat informasi tersebut di hanphone cerdas," tutup Agus.


(ALB)