BPBD Sumenep Bentuk Lima Desa Tangguh Bencana

Rahmatullah    •    Kamis, 05 Oct 2017 19:11 WIB
bencana banjir
BPBD Sumenep Bentuk Lima Desa Tangguh Bencana
Salah satu desa di Sumenep yang terkena banjir. Foto: MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membentuk lima desa tangguh bencana. Desa-desa tersebut selama ini kerap dilanda bencana, seperti puting beliung, banjir dan longsor.

Lima desa tersebut yakni Desa Kertasada (Kecamatan Kalianget), Desa Pragaan Laok (Kecamatan Pragaan), Desa Sendiri (Kecamatan Lenteng), Desa Langsar (Kecamatan Saronggi) dan Desa Payudan Daleman (Kecamatan Guluk-guluk).
 
“Dibentuk desa tangguh bencana agar masyarakat bisa mengantisipasi sedini mungkin adanya bencana dan dampak yang ditimbulkan,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Kamis 5 Oktober 2017.
 
Pragaan Laok dan Payudan Dalemen sering terjadi longsor. Sendir dan Kertasada biasa direndam banjir. Selain itu, Kertasada juga kerap diterjang puting beliung. Sedangkan Desa Langsar langganan kekeringan.

Sepanjang tahun 2016 lalu, tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Terdata bencana puting beliung terjadi sebanyak 333 kali, longsor tujuh kejadian, banjir dua kejadian, dan kekeringan empat kali.
 

Salah satu desa di Sumenep yang terkena banjir. Foto: MTVN/Rahmatullah

Rahman menyebut secara bertahap akan membentuk desa tangguh bencana atau Destana. Untuk saat ini, mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep itu lebih memprioritaskan di titik rawan bencana.

Harapannya, masyarakat bisa melakukan antisipasi, dan melakukan langkah-langkah setelah kejadian. “Masyarakat nanti bisa melakukan tindakan penyelamatan, evakuasi dan pendataan untuk mendapatkan bantuan,” terangnya.
 
Perangkat desa tangguh bencana akan dilatih sehingga bisa bekerja sesuai Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) penanganan bencana. Sebelum tim dari Pemkab terjun ke lokasi, perangkat desa sudah bisa lebih dulu bertindak, seperti mengevakuasi warga dan barang di dekat lokasi bencana ke lokasi yang lebih jauh.


(SUR)