Polda Jatim Pastikan Ada Unsur Kelalaian Ambruknya Beton Konstruksi Tol Pasuruan-Probolinggo

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 31 Oct 2017 16:25 WIB
kecelakaan kerja
Polda Jatim Pastikan Ada Unsur Kelalaian Ambruknya Beton Konstruksi Tol Pasuruan-Probolinggo
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim tengah memeriksa reruntuhan beton baja (girder) jembatan layang tol Pasuruan-Probolinggo, Senin (30/10). Foto: MI/Abdus Syukur

Metrotvnews.com, Surabaya: Polda Jatim memastikan ada unsur kelalaian pada insiden kecelakaan ambruknya konstruksi pengerjaan proyek Nasional Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo pada Minggu, 29 Oktober lalu. Salah satu kelalaiannya adalah soal standar operasional dan mekanisme pengerjaan.

"Kami pastikan pengerjaan itu ada unsur kelalaian. Tinggal membuktikan saja," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, Selasa 31 Oktober 2017.

Frans menjelaskan, adanya unsur kelalaian bisa disebabkan dari standar operasional dan mekanisme pengerjaan yang dilakukan pihak kontraktor. Sebab pada saat ambruknya beton sepanjang 50 meter tersebut, beton menimpa beberapa pekerja yang sedang berada di bawahnya.

"Standar operasionalnya seperti apa, Kok bisa saat melakukan pemasangan beton, ada orang di bawahnya. Harusnya tidak ada orang," ungkapnya.

Selain kelalaian saat pengerjaan, Frans mengungkapkan, ada juga kesalahan dari human error, mekanisme Error dan faktor cuaca.

"Nanti akan dibuktikan oleh penyidik melalui Scientifik Identification dan Second Opinion yang ditemukan penyidik. Dan ditambah lagi dengan hasil uji laboratorium Forensik polisi," kata Frans.

Konstruksi bangunan proyek tol Pasuruan-Probolinggo di Desa Cukur Gondang, Grati, Pasuruan, ambruk pada Minggu 29 Oktober 2017 lalu. Akibat kejadian itu satu pekerja tewas dan dua pekerja lainnya mengalami luka-luka. 

Kejadian itu bermula saat pekerja melakukan pemasangan lima unit beton besar. Beton keempat yang memiliki panjang 50 meter hendak dipasang dengan menggunakan mesin crane berkekuatan 250 ton.

Namun dalam pemasangan tersebut, girder yang dipasang mengenai girder lainnya. Sehingga menyebabkan terjadinya benturan, lalu runtuh secara bersamaan dan menimpa beberapa kendaraan, seperti mobil Pikap dan dua motor serta truk tronton. 

Dari insiden tersebut, satu pekerja bernama Heri meninggal dengan kondisi tertindih beton jalan tol. Sedangkan dua orang mengalami luka-luka, yakni Sugiono (Karyawan PT. Waskita) yang merupakan sopir mekanik luka di bagian kaki (patah), dan Nurdin (pekerja PT. Pancang Sakti) luka di bagian punggung. 



(ALB)