Perbaikan Dampak Puting Beliung Sidoarjo Dianggarkan Rp6 Miliar

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 24 Nov 2017 20:16 WIB
puting beliung
Perbaikan Dampak Puting Beliung Sidoarjo Dianggarkan Rp6 Miliar
Angin puting beliung melanda tiga desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 22 November 2017 petang. Akibat kejadian ini, ratusan rumah mengalami kerusakan. ANTARA/Umarul Faruq

Sidoarjo: Pencairan dana bantuan untuk korban puting beliung di tiga desa Kecamatan Waru Sidoarjo belum pasti kapan akan dicairkan Pemerintah Daerah Sidoarjo. Namun, pemerintah sudah menyiapkan kurang lebih Rp6 miliar untuk perbaikan rumah korban dan fasilitas umum.

"Sudah kita siapkan anggaran dana untuk kebencanaan puting beliung ini. Tapi kami masih belum bisa memastikan kapan itu dicairkan," ujar Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin saat mendatangi Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat, 24 November 2017.

Yang jelas, lanjut Nur Achmad, dana itu bisa dicairkan setelah semua data korban sudah terklasifikasi. Saat ini perangkat desa masih terus melakukan pendataan jumlah korban yang rumahnya rusak akibat puting beliung.

(Baca: Puting Beliung Terjang Sidoarjo)

Sebanyak Rp4 miliar akan digunakan untuk untuk perbaikan rumah warga. Sedangkan Rp2 miliar sisanya digunakan untuk perbaikan fasilitas umum. Selain itu, pemimpin Kabupaten Sidoarjo meminta agar BPBD Sidoarjo segera melakukan validasi data korban bencana.

"Validasi data itu sangat penting. Karena untuk memperoleh bantuan sosial dari Pemda Sidoarjo. Setelah divalidasi, nantinya bisa diajukan dan segera cair.

(Baca: 902 Rumah Rusak, Korban Luka Mulai Pulang)

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin kemudian memantau posko puting beliung didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Ika Harnasti dan Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito.

Mereka kemudian meninjau lokasi bencana puting beliung. Mulai dari kerusakan rumah warga hingga ke tempat pengungsian korban bencana.

Hingga saat ini, jumlah korban yang mengalami kerusakan rumah tercatat masih 902 rumah. Jumlah tersebut masih diduga masih dapat bertambah.

 


(SUR)