Djarot dan Mahfud MD Masuk Bursa Cagub Jatim

Amaluddin    •    Minggu, 24 Sep 2017 15:46 WIB
pilgub jatim 2018
Djarot dan Mahfud MD Masuk Bursa Cagub Jatim
Direktur Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, saat merilis survei aspirasi pemilih menjelang pelaksanaan Pilgub Jatim 2018. (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD masuk bursa calon gubernur (cagub) di Pilgub Jawa Timur 2018. Djarot memiliki popularitas sebesar 28,4 persen, sedangkan Mahfud MD 26,3 persen.

"Keduanya berada di nomor urut empat dan lima, dan kemudian disusul Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebesar 22,3 persen," kata Direktur Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, saat rilis survei aspirasi pemilih menjelang pelaksanaan Pilgub Jatim 2018, di Surabaya, Minggu, 24 September 2017.

Sementara cagub yang memiliki popularitas tertinggi adalah Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebesar 90,2 persen. Kemudian disusul Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa 86,6 persen, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 73,9 persen.

Menurut Hasan, nama-nama yang beredar tersebut memang sudah dikenal sebagai sosok yang bukan dikenal di Jatim, tapi juga nasional. Mulai dari menteri, mantan menteri, hingga kepala daerah yang dinilai berprestasi. 

"Gus lpul dan Bu Khofifah wajar menempati dua posisi teratas. Selain karena ketokohan beliau, keduanya juga bersaing dalam dua pilgub terakhir, tahun 2008 dan 2013, sehingga hampir semua responden mengenalnya," katanya. 

Sementara dari sisi elektabilitas untuk simulasi sebelas nama, Gus lpul unggul dengan angka 32,4 persen, disusul Khofifah 27,7 persen, Risma 16,1 persen, Azwar Anas 4,2 persen, Hasan Aminuddin mendapat 3,3 persen, Djarot 2,3 persen, serta nama-nama lainnya di bawah 2 persen. "Yang belum menentukan pilihan 11,6 persen," ujarnya. 

Jika yang bertarung adalah tiga figur utama teratas, yakni Gus lpul, Khofifah dan Risma, lanjut Hasan, maka elektabilitas Gus lpul sebesar 37,2 persen, Khofifah 31,8 persen dan Risma 18 persen serta sisanya belum menentukan pilihan. 

Sedangkan, jika yang turun gelanggang hanya dua calon atau head to head, yakni Gus lpul dan Khofifah, Gus lpul unggul 10,7 persen dari Khofifah. Gus Ipul mendapat 46,6 persen dan Khofifah 35,9 persen. Sisanya belum menentukan pilihan. 

"Dari hasil tersebut, Gus lpul mendapat porsi terbesar Iimpahan suara dari Bu Risma dibanding Bu Khofifah. Ini jika Walikota Surabaya tidak ikut pilgub Jatim," ujarnya. 

Lembaga riset sosial-politik dan pemasaran Alvara Research Center ini menggelar survei aspirasi pemilih menjelang pelaksanaan Pilgub Jatim 2018, pada minggu ketiga dan keempat Agustus 2017. 

Dengan menggunakan metode multistage random sampling, survei menyasar 1.200 orang responden yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Survei ini mempunyai tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen. 


(ALB)