Pencarian Korban Longsor Nganjuk Dihentikan

Amaluddin    •    Kamis, 20 Apr 2017 19:51 WIB
longsor
Pencarian Korban Longsor Nganjuk Dihentikan
Petugas menggunakan alat berat untuk melakukan pencarian korban pada hari terakhir di area longsor Desa Kepel, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (19/4)--Ant--

Metrotvnews.com, Surabaya: Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan pencarian lima korban tertimbun longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Keputusan ini juga telah disepakati keluarga korban longsor.

"Keputusan menutup atau menghentikan pencarian telah diputuskan hari ini. Keluarga korban juga sudah kami beri penjelasan pemahaman, dan sudah menerima dengan ikhlas," kata Komandan Kodim Nganjuk, Letkol Arh Sri Rusyono, selaku ketua tim tanggap darurat bencana longsor Nganjuk, Kamis, 20 April 2017.

Menurut Rusyono, tim pencari telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pencarian lima korban tertimbun longsor. Namun, kata dia, kondisi medan di area longsor masih labil, dan membahayakan bagi petugas di lapangan. 

"Karena itu setelah dievaluasi, kami putuskan bersama keluarga untuk menghentikan pencarian," ujarnya.

Saat ini, lanjut Rusyono, tim gabungan Polri, TNI, BPBD, SAR, dan relawan masih berada di Posko sekitar lokasi longsor di Dusun Sumberbendo, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Kini mereka fokus membersihkan sisa material longsor yang menutupi sungai. "Jadi saat ini petugas fokus membersihkan sisa-sisa material longsor di sungai, biar air di sungai bisa mengalir lancar," ujarnya.

Menurut Rusyono, upaya membersihkan sisa material longsor di sungai akan dilakukan hingga 22 April 2017 mendatang. Sejumlah alat berat (ekskavator) yang sebelumnya diterjunkan ke lokasi longsor, kini difokuskan membersihkan material longsor. "Petugas gabungan juga mulai geser untuk membersihkan material di sungai," tandasnya.

Longsor terjadi di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu 9 April 2017. Lima warga hilang. Mereka diduga tertimbun longsor saat mereka tengah berladang. Akibat longsor itu, ditetapkan masa tanggap darurat longsor di Nganjuk selama 14 hari mulai 10 April sampai 23 April 2017.

 


(ALB)