Kejari Sidoarjo Kaji Permohonan Penangguhan Tersangka Korupsi PDAU

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 13 Jun 2017 15:06 WIB
kasus korupsi
Kejari Sidoarjo Kaji Permohonan Penangguhan Tersangka Korupsi PDAU
Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Khoirul Huda, mengenakan batik cokelat dan rompi merah saat tiba di Lapas Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur, menerima surat permohonan penangguhan penahanan terhadap Khoirul Huda. Khoirul merupakan anggota DPRD Sidoarjo yang ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU).

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sidoarjo Adi Harsanto mengatakan menerima surat tersebut pada Senin 12 Juni 2017. Surat diantarkan istri dan kuasa hukum tersangka. Ketua DPD Partai Golkar Warih Andono pun turut menyampaikan surat.

"Surat penangguhan sudah kami terima. Dan hingga saat ini masih kami bicarakan dengan tim penyidik," ujar Adi di Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Selasa 13 Juni 2017.

Adi mengaku masih berkoordinasi dengan penyidik terkait surat tersebut. Dalam waktu dekat, Adi berjanji akan menjawab permohonan.

"Nanti dululah. Masih kami kaji," lanjut Adi.

Sejak Kamis 8 Juni 2017, Khoirul mendekam di sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Sidoarjo. Ia dianggap terlibat dalam kasus korupsi yang berkaitan dengan kebocoran pengelolaan keuangan di PDAU.

Baca: Anggota Dewan Ditahan terkait Dugaan Korupsi di PDAU Sidoarjo

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Adi Harsanto, penahanan Khoirul sesuai prosedur. Penyidik mengantongi dua alat bukti untuk menahan Khoirul.

Salah satu alat bukti yaitu kuitansi senilai Rp75 juta dari kas PDAU. Nama Khoirul tercatat pada lembaran kuitansi tersebut.

Kasus PDAU bermula saat Kejari mencurigai kebocoran pengelolaan keuangan PDAU yang mencapai miliaran rupiah. Diduga, kebocoran pengelolaan terjadi mulai 2010 hingga 2016.

Khoirul mengaku menerima dana senilai Rp75 juta dari kas Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Uang itu bukan untuk dirinya, namun buat kepentingan panitia khusus DPRD Sidoarjo saat berkunjung ke Pekanbaru, Riau.



(RRN)