Densus Kembali Tangkap Terduga Teroris di Probolinggo

Antara    •    Kamis, 31 May 2018 14:09 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Densus Kembali Tangkap Terduga Teroris di Probolinggo
ilustrasi Medcom.id

Probolinggo: Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Polres Kota Probolinggo dibantu Kodim 0820 kembali menangkap satu orang terduga teroris berinisial WDP, 35, di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis, 31 Mei 2018 dini hari.

"Sebanyak 40 personel Polresta Probolinggo membantu pengamanan untuk menangkap terduga teroris di rumahnya yang berada di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan," kata Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, saat dihubungi.

Menurutnya, penangkapan WDP merupakan pengembangan hasil penyidikan dari empat terduga teroris yang sebelumnya sudah ditangkap di empat lokasi yang berbeda di Kota Probolinggo.

"WDP diduga terlibat aksi teror bom di sejumlah gereja di Surabaya, sehingga tim Densus langsung mengamankan yang bersangkutan dan tidak ada perlawanan sama sekali karena dilakukan pendekatan persuasif lebih dulu," tuturnya.

Baca: Densus Tangkap 4 Terduga Teroris di Probolinggo

Dari rumah terduga teroris ditemukan beberapa alat bukti yang juga disita, di antaranya busur panah, beberapa compact disc, laptop, dan telepon genggam.

"Sehari-hari WDP merupakan perakit elektronik, sedangkan rukonya juga digunakan untuk jual beli dan service handphone," katanya.

WDP langsung dibawa ke markas Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk diselidiki dan dikembangkan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatannya dalam aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror juga menangkap tiga terduga teroris berinisial MF, IS, dan HA di Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, dan satu lagi terduga teroris berinisial AP ditangkap di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Sejauh ini ada empat terduga teroris yang ditangkap di Kota Probolinggo.

Keempat terduga teroris yang ditangkap di Kota Probolinggo tersebut diduga kuat terlibat aksi teror bom di Kota Surabaya dan Sidoarjo. Mereka disebut terkoneksi ke jaringan Dita Oepriarto dalam kasus pengeboman gereja di Surabaya.





(ALB)