Lion Air Jatuh

Sepatu dan Paspor Korban Deryl Fida Ditemukan

Amaluddin    •    Kamis, 01 Nov 2018 13:23 WIB
Lion Air Jatuh
Sepatu dan Paspor Korban Deryl Fida Ditemukan
Wagub Jatim Gus Ipul mendatangi rumah Deryl Fida Febrianto di Surabaya, Rabu malam 31 Oktober 2018. Deryl merupakan salah satu korban pesawat Lion Air jatuh di Karawang, Medcom.id - Amaluddin

Surabaya: Basarnas menemukan sepatu dan paspor atas nama Deryl Fida Febrianto di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat. Deryl merupakan satu dari 189 korban Lion Air JT-610 dengan nomor register PK-LQP jatuh di perairan tersebut.

Keluarga mendapat informasi mengenai sepatu dan paspor korban. Lutfiana Eka Putri, 23, istri korban, berharap suaminya ditemukan.

"Kami berharap ada keajaiban. Kami terus berdoa, mudah-mudahan masih ada peluang baik-baik saja. Kami masih menunggu informasi korban, penyebab kecelakaan, dan siapa yang bertanggung jawab," ungkap Lutfiani ditemui di kediamannya di Jalan Simo Pomahan Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Kamis, 1 November 2018.

Didik Setiawan, ayah Deryl, kini berada di Jakarta. Ia diminta hadir untuk mempercepat proses identifikasi jenazah yang ditemukan di perairan Karawang.

Baca: Kepala Basarnas: Black Box tak Utuh

Selain Deryl, lima warga asal Jatim juga menjadi korban. Mereka yaitu Hesti Nuraini asal Kelurahan Kalipang dan Tri Haska Hafidzi asal Desa Darungan, Kabupaten Blitar; Jannatun Cintya Dewi asal Desa Suruh, Sukodono, Kabupaten Sidoarjo; Moejiono asal Desa Ngingas Sidoarjo; serta Alviani Hidayatul Solikha, pramugari pesawat asal Desa Mojorejo, Kabupaten Madiun.


(Gus Ipul (kiri) mendatangi rumah duka Deryl yang menjadi korban pesawat Lion Air jatuh, Medcom.id - Amaluddin)


Hingga berita ini dimuat, baru satu jenazah yang teridentifikasi. Yaitu jenazah Jannatun Cintya Dewi. Jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka di Sidoarjo untuk dimakamkan.

Meninggal dalam Kondisi Syahid

Kecelakaan yang menimpa Deryl dan empat warga lain itu mengundang simpati Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Gus Ipul menyampaikan ungkapan bela sungkawa pada keluarga korban.

Gus Ipul mendatangi rumah duka pada Rabu malam, 31 Oktober 2018. Gus Ipul mengatakan keluarga berharap keajaiban agar Deryl pulang dalam kondisi apapun.

Menurut Gus Ipul, Deryl meninggal dalam kondisi syahid. ""Lihat perjalanannya untuk mencari nafkah, bisa dikatakan dalam sudut pandang agama bahwa ini Insyaallah dalam keadaan Sahid karena sedang mencari nafkah," kata Gus Ipul.

Sementara itu, dari catatan yang ada, warga Jawa Timur yang menjadi korban ada empat orang di antaranya Deryl Fida Febrianto (22 tahun), warga Simo Pomahan Baru, Kota Surabaya, pramugari Alfiani Hidayatul Solikah, warga Mojorejo, Madiun dan Trihaska Hafidzi, warga Garungan, Kabupaten Blitar.

Lion Air JT610 rute Jakarta-Tanjung Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat mengangkut total 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi dengan dua pilot dan enam flight attendant (FA).

Hingga kini proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sementara di Posko JICT sejumlah barang dan serpihan pesawat dikumpulkan guna diidentifikasi lebih lanjut.


(RRN)