Kemenag Jatim Anggarkan Rp12 Miliar Cetak Kartu Nikah

Amaluddin    •    Rabu, 14 Nov 2018 15:11 WIB
kartu nikah
Kemenag Jatim Anggarkan Rp12 Miliar Cetak Kartu Nikah
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur mengajukan anggaran sebesar Rp12 miliar ke Kemenag Pusat. Nantinya, dana itu akan digunakan membeli mesin printer, alat untuk cetak kartu nikah jenis kartu ATM atau E-KTP.

"Dalam pagu anggaran yang kami buat, kami mengajukan anggaran ke Kemenag Pusat sekitar Rp12 miliar untuk 660 mesin printer. Tapi 660 itu dikurangi 51 alat yang kini didistribusikan ke tujuh Kabupaten/Kota di Jatim," kata Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanudin, dikonfirmasi, Rabu, 14 November 2018.

Haris menjelaskan, satu unit mesin printer itu harganya mencapai sebesar Rp20 juta. Untuk di Jatim sendiri butuh 660 mesin printer untuk disebar ke 38 Kabupaten/Kota di Jatim.

"Jadi kami saat ini masih menunggu dana dari Kemenag pusat. Kalau memang pusat nantinya hanya bisa menyetujui separuhnya, artinya untuk di Jatim ya bertahap," ujarnya.

Jika Kemenag menyetujui, lanjut Haris, maka Kanwil Kemenag Jatim akan memprioritaskan masyarakat yang belum menikah atau yang akan menikah. "Yang jelas, kami akan mulai mengeluarkan kartu nikah ini pada akhir bulan November ini," kata Haris.

Penerbitan kartu nikah tersebut, berdasarkan pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 19 tahun 2018 tentang pencatatan perkawinan. Secara rinci, hal itu tertuang dalam Pasal 1 ayat 7 ynag berbunyi kartu perkawinan adalah buku pencatatan perkawinan dalam bentuk kartu elektronik dan Pasal 18 ayat 1 yang berbunyi pasangan suami istri memperoleh buku pencatatan perkawinan dan kartu perkawinan.

Kanwil Kemenag Jatim sendiri telah menerbitkan buku nikah melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah). Selain buku nikah, nantinya masyarakat yang akan menikah atau yang sudah menikah akan mendapatkan produk baru, yakni kartu nikah.

"Jadi, selain dapat buku nikah juga akan dapat buku nikah. Kartu nikah ini hanya untuk memudahkan masyarakat agar bisa dibawa ke mana-mana," katanya.



(ALB)