Underpass Karanglo Rampung Sebelum Lebaran

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 25 Jan 2019 17:42 WIB
pembangunaninfrastruktur
Underpass Karanglo Rampung Sebelum Lebaran
Pengerjaan underpass di Perempatan Karanglo sambungan dari Tol Malang-Pandaan.

Malang: PT Jasamarga Pandaan-Malang mulai membangun jalur underpass di perempatan Karanglo, Malang, Jawa Timur. Pembangunan jalur yang mengubungkan Jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan) ke arah Kota Batu ini ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri 2019.

Project Manager Underpass Karanglo, Ramli Latief mengatakan pembangunan underpass sepanjang 350 meter ini ditargetkan rampung akhir Mei 2019. 

"Sesuai rencana pembangunan underpass ini selesai sebelum Hari Raya Idulfitri tahun ini. Agar pengguna jalan bisa mengakses jalur underpass Karanglo ini untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di simpang Karanglo," katanya.

Untuk mengejar target waktu penyelesaian pembangunan underpass di Karanglo, PT Jasamarga Pandaan-Malang bakal bekerja selama 24 jam. Pembangunan jalur lalu lintas berbentuk terowongan ini dilakukan sebisa mungkin dilakukan tanpa mengganggu pengendara bermotor yang melintas.

"Mohon dukungan masyarakat supaya memahami kinerja kami, supaya pembangunan underpass ini dapat cepat selesai. Sebab, jalur itu akan menjadi pengurai kemacetan dan penghubung jalan tol Malang-Pandaan (Mapan)," ungkapnya.


Pengerjaan underpass di Perempatan Karanglo sambungan dari Tol Malang-Pandaan. Medcom.id/Daviq

Disisi lain, Ramli menjelaskan pembangunan jalur underpass ini bakal menggunakan saluran drainase dengan sistem mechanical dam sistem gravitasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di jalur tersebut.

"Sistem mechanical kami menyiapkan pompa penyedot air, sedangkan sistem gravitasi dengan memasang pipa sepanjang 250 meter dengan diameter 60 meter yang kita alirkan ke Sungai Bodo Mondoroko yang letaknya tidak jauh dari pembangunan underpass," jelasnya.

Ramli berharap dengan diberlakukannya dua sistem tersebut dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya banjir di jalur underpass. Terutama saat hujan deras datang.

"Semoga hal tersebut tidak terjadi, dan dapat rampung tepat waktu. Sehingga dapat digunakan para pengguna jalan," pungkasnya.

Pantauan Medcom.id, proyek pengerjaan underpass di perempatan Karanglo terlihat mulai dikerjakan. Para pekerja dan kendaraan besar tampak mengeruk tanah di kawasan tersebut. 

Rencananya, underpass Karanglo akan dibangun sepanjang 343 meter. Bentang sisi utara (arah Malang) 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter. Dan bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter.

Pengerjaan proyek senilai kurang lebih Rp80 miliar itu terdiri dari dua jalur dengan kapasitas empat lajur. Setiap lajur memiliki lebar 3,5 meter. Pengerjaan underpass ini juga menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut, terutama saat pagi dan malam hari dan saat jam-jam sibuk.

Pengalihan Arus Lalu Lintas

Kanit Turjawali Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik mengatakan dengan adanya pembangunan jalur underpass ini maka dilaksanakan pengalihan arus lalu lintas di perempatan Karanglo. Pengalihan arus ini mulai diberlakukan pada pukul 00.00 WIB, Selasa 22 Januari 2019.

"Pengalihan jalur arah Surabaya ke Malang lewat jalur fungsional, depannya Pos Karanglo, jadi belok kiri. Mulai tadi malam kita alihkan. Belum ada contra flow, hanya pengalihan arus saja," katanya saat dikonfirmasi 

Maksudnya yakni pengalihan jalur arah Surabaya ke Malang melalui frontage sisi timur. Sedangkan, jalur arah Batu ke Kota Malang melalui jalan nasional Malang ke Surabaya.

"Jalur arteri (jalan nasional) hanya untuk yang mengarah ke Batu. Kalau yang lewat depannya Pos Karanglo (frontage sisi timur) itu sampai bulan April kemungkinan," imbuhnya.


pengalihan arus lalu lintas Medcom.id/Daviq

Taufik menambahkan untuk jalur arah Batu ke Kota Malang masih belum diberlakukan sistem contra flow. Sebab pihaknya masih menunggu instruksi dari PT Jasa Marga Pandaan-Malang.

"Kalau memang Jasa Marga sudah melakukan penggalian dan pengeboran di bahu jalan, itu baru kita lakukan contra flow. Jadi yang sebelumnya dua lajur menjadi dua jalur," ungkapnya.

Taufik pun mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu yang ada saat melintasi Perempatan Karanglo. Kecepatan maksimal pengendara yang disarankan yakni 20 km/jam, dilarang berhenti dan dilarang mendahului.

"Untuk menghindari kemacetan, kami himbau khususnya kendaraan kecil menggunakan jalur alternatif," pungkasnya.
 


(ALB)