Tarif Endorse Kosmetik Palsu Rp15 Juta per Pekan

Amaluddin    •    Jumat, 07 Dec 2018 12:42 WIB
kosmetik palsu
Tarif Endorse Kosmetik Palsu Rp15 Juta per Pekan
Polda Jatim merilis produk kosmetik palsu yang di-endorse enam artis, Medcom.id - Amal

Surabaya: Enam artis mendapat endorse untuk promosikan produk kosmetik ilegal di Jawa Timur. Tersangka KIL membayar para artis sebesar Rp7 hingga Rp15 juta per pekan untuk mempromosikan produknya.

"Salah satu artis yang pernah mempromosikan produk kosmetik itu adalah Via Valen dan Nella Kharisma," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Surabaya, Jumat, 7 Desember 2018.

Menurut Barung, nilai jasa endorse bagi para artis itu tergolong wajar. Sebab, pembeli kosmetik palsu itu cukup laris, yakni terjual sebanyak 750 paket per bulan. Harganya mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paket. 

Baca: Polisi Bongkar Kosmetik Palsu di Jatim

"Tersangka pendapatan hasil penjualan produk kosmetik itu mencapi Rp300 juta per bulan," kata Barung.

Para artis yang mendapat endorse dari pelaku sangat mudah. Mereka cukup mengupload produk-produk kosmetik itu di akun media sosial (medsos) milik artis tersebut. 

Terkait kasus rersebut, penyidik akan memanggil enam artis tersebut untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Selain pengembangan kasus, keterangan para saksi guna untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalalm mempromosikan kosmetik itu.

"Pemanggilan pekan depan ini dijadwalkan Via Vallen, berikutnya Nella Kharisma, dan menyusul artis-artis yang menjadi endorse kosmetik itu," katanya.

Sementara itu, penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Jatim terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka KIL. Dia adalah pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan merk Derma Skin Care di kediamannya di Kediri.

Praktik ini sudah berjalan selama dua tahun. Bahan kosmetik yang digunakan tersangka merupakan campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. Tersangka membandrol mulai dari harha Rp350.000 hingga Rp500.000 per paket.


(RRN)