Kemiskinan Probolinggo Turun Dua Kali Lipat dari Target

Amaluddin    •    Sabtu, 19 Jan 2019 18:23 WIB
bansos
Kemiskinan Probolinggo Turun Dua Kali Lipat dari Target
Wakil Bupati Probolinggo, Ahmad Timbul Prihanjoko. Medcom.id/Amaluddin

Probolinggo: Program pemerintah berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Bahkan, angka kemiskinan di Probolinggo di 2018 turun dua kali lipat dari target awal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo berada di angka 20,98 persen pada 2016, menurun 0,46 persen menjadi 20,52 persen pada 2017.

"Kemudian turun lagi menjadi 18,71 persen pada tahun 2018. Artinya angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo turun sebesar 1,81 persen," kata Wakil Bupati Probolinggo, Ahmad Timbul Prihanjoko, ditemui Medcom.id, Sabtu, 19 Januari 2019.

Timbul mengaku kaget angka kemiskinan di wilayahnya turun drastis. Padahal, kata Timbul, Pemkab Probolinggo menarget angka kemiskinan turun 0,8 persen pada 2018.

"Bagi saya angka 1,81 persen itu adalah angka kaget, karena turunnya jauh dari target yang hanya 0,8 persen," ujarnya.

Indikator turunnya angka kemiskinan bisa dilihat dari beberapa faktor seperti peningkatan ekonomi, meningkatnya daya beli masyarakat, meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM), yang di dalamnya terdapat komponen kesehatan, pendidikan, dan sektor ekonomi. "Salah satunya adanya program BPNT dari pemerintah itu. Bantuan BPNT itu sangat membantu dan dirasakan oleh masyarakat," kata Timbul.

Kabupaten Probolinggo memiliki  153.051 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Dari jumlah itu, sebanyak 140.676 KPM telah menerima BPNT dan sisanya sebanyak tinggal 12.375.

"Belum terealisasi karena ada beberapa kendala. Misalnya karena si penerima meninggal dunia, ada yang berubah nama, dan ada juga karena merantau ke luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI)," ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan kembali memetakan jumlah masyarakat miskin di wilayahnya agar mereka berhak menerima BPNT dapat segera menikmati manfaat.

"Intinya akan kita fasilitasi, dilatih dan menerima bantuan modal agar kedepan bisa mandiri," ujar Timbul.


(SUR)