Tujuh Santri yang Tenggelam di Bengawan Solo Masih Dicari

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 07 Oct 2016 23:43 WIB
tenggelam
Tujuh Santri yang Tenggelam di Bengawan Solo Masih Dicari
Ilustrasi. MTVN

Metrotvnews.com, Tuban: Pencarian tujuh santri Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, yang dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo, pada pagi tadi sekira pukul 09.00 WIB masih dilakukan. Kapolres Tuban AKBP Fadli Samad turut mecari dan menjadi pemimpin pencarian. 

"Pencarian korban di Bengawan Solo dipimpin langsung Bapak Kapolres Tuban dengan memanfaatkan tiga perahu karet," kata Kasubag Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati, di lokasi kejadian, di tepi Bengawan Solo.

Melansir Antara, korban yang belum ditemukan sebanyak tujuh orang. Sementara itu, 18 santri lainnya yang turut dalam insiden perahu tenggelam itu berhasil selamat. 

Pencarian korban tenggelam dibantu BPBD Tuban dan Lamongan, dengan menyisir menggunakan tiga perahu karet di Bengawan Solo ke arah hilir dari lokasi perahu tenggelam di Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban. 

"Perahu tenggelam sekitar tiga meter dari tepi. Ada satu perahu dari masyarakat ikut membantu kita larang, sebab arusnya deras dan mereka tidak dilengkapi alat keselamatan," tambah dia.

Diketahui tujuh korban yang belum ditemukan yaitu,
  1. Abdullah Umar Warga Bedilan, Gresik 
  2. M Afiq Fadli warga Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Brebes 
  3. Moh Barikly Amry warga Leran, Kecamatan Manyar, Gresik
  4. Muhammad Arif Mabruri warga Desa Ngampal, Kecamatan  Sumberrejo, Bojonegoro
  5. Muhsin warga Pacar Kembang Tambaksari, Surabaya 
  6. Rizki Nur Habib warga Desa Percut, Kecamatan Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara, dan
  7. Lujaini Dani warga Desa Gandeng, Kecamatan Manyar, Gresik.



(LDS)