Direktur Pelindo III Diduga Terlibat Pungli Kontainer Peti Kemas

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 01 Nov 2016 16:49 WIB
pungutan liar
Direktur Pelindo III Diduga Terlibat Pungli Kontainer Peti Kemas
Penangkapan tersangka - Ant - M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Surabaya: Pejabat PT Pelindo III berinisial RS terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur. RS diduga menerima pungutan liar (pungli) kontainer peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Itu disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanette via telepon kepada Metrotvnews.com, Selasa 1 November. Takdir juga mengatakan OTT dilakukan Satuan Tugas Pungli Bareskrim Mabes Polri bekerja sama dengan Polda Jatim dam Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kapolres mengatakan pungli di Pelindo III diduga terjadi sejak 2004. Pelindo menggunakan jasa PT Ankara sebagai pihak ketiga saat memeriksa kontainer yang masuk Pelabuhan Tanjung Perak.

"Nah, dari beberapa kontainer itu ada beberapa kontainer yang diloloskan tidak diperiksa," kata Kapolres.

Misalnya, 10 kontainer masuk pelabuhan. Namun hanya dua kontainer yang menjalani pemeriksaan. Sisanya lolos tanpa pemeriksaan. Namun pemilik kontainer harus menyetorkan sejumlah uang pada PT Ankara. Kemudian PT Ankara menyerahkan uang itu ke RS.

"Besaran setorannya mulai Rp 500 ribu hingga Rp2 juta," ungkap dia.

Selama sebulan, lanjut Kapolres, total setoran mencapai Rp6 miliar. Uang itu pun dibagi antara pihak ketiga dengan RS.

Takdir mengatakan, OTT itu dilakukan selama dua jam mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, Selasa 1 November 2016, dengan menggeledah ruangan Direktur Operasional dan Bisnis, Rahmat Satria. OTT gabungan Bareskrim Mabes Polri, Polda Jatim dan Polres Tanjung Perak itu juga menyita beberapa dokumen milik Rahmat Satria.

"Sekarang yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan," kata mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya itu.

Sementara itu, Kabag Humas Pelindo III, Edy Priyanto hingga saat ini belum memberikan konfirmasi. Beberapa kali Metrotvnews.com berusaha menguhubungi melalui selulernya tapi tidak ada jawaban.


(RRN)