Nelayan dan Nahkoda Diminta Berhati-hati Arungi Laut Jawa

Amaluddin    •    Minggu, 23 Oct 2016 19:35 WIB
cuaca buruk
Nelayan dan Nahkoda Diminta Berhati-hati Arungi Laut Jawa
Ilustrasi gelombang laut, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan perusahaan pelayaran berhati-hati saat melintasi perairan Laut Jawa. Khususnya di perairan Pulau Bawean dan Masalembu lantaran ketinggian gelombang mencapai 3 meter.

"Selain gelombang, angin kencang diprediksi terjadi sepanjang bulan Oktober ini," kata prakirawan BMKG Tanjung Perak Surabaya, Arry Wijayanto, dikonfirmasi, Minggu (23/10/2016)

Menurut Arry, gelombang dengan ketinggian 3 meter itu akan terjadi mulai 24 hingga 25 Oktober 2016. Puncak gelombang itu akan mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. 

"Tapi ketinggian gelombang akan menurun setelah tanggal 25 Oktober, ketinggian gelombang berkisar 1,3 hingga 2 meter," katanya.

Menurut Arry, ketinggian gelombang air laut ini hanya terjadi di tengah wilayah Indonesia perairan laut Bawean dan Masalembo. Sebab, dua daerah tersebut merupakan laut lepas. 

"Adapun jam-jam terjadinya gelombang tinggi, yakni mulai pukul 19.00 WIB hingga 00.00 WIB. Kemudian sekitar jam 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB menurun, dan jam 13.00 WIB gelorjadi lagi," urainya.

Arry juga mengatakan, kemungkinan tingginya gelombang air laut ini akan mempengaruhi aktifitas pelayaran, baik itu nelayan maupun penyeberangan kapal ke dua wilayah tersebut. Dia mengatakan, ketinggian air laut 2 meter saja sudah mempunyai dampak ke pelayaran, apalagi ketinggian gelombang mencapai 3 meter.

Kata Arry, tingginya gelombang ini diakibatkan adanya angin dan perbedaan pola tekanan yang terjadi di wilayah selatan Khatulistiwa. Menurutnya, perbedaan tekanan yang tinggi ini menyebabkan gelombang di laut meninggi. 

"Lain halnya dengan kondisi laut selatan yang masih kondusif. Kalau perairan laut Bawean dan Masalembu memang sering mengalami gelombang tinggi khususnya musim seperti sekarang ini," tandasnya.



(RRN)