Polda Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Teroris

   •    Rabu, 05 Jul 2017 15:18 WIB
terorisme
Polda Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Teroris
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya teroris ke wilayah itu.

"Soal kabar teroris masuk ke wilayah Madura itu masih isu. Yang jelas masuk atau tidak masuk, Polda Jatim tetap waspada. Sebagai bentuk antisipasi, di mako-mako pasukannya sudah lengkap dan siap," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, seperti dikutip Antara, Rabu 5 Juli 2017.

Machfud menjelaskan, saat ini pihaknya intensif berkeliling ke polsek dan Polres jajaran untuk mengecek kewaspadaan dan melatih kepekaan dan kesiapan anggota di lapangan.

"Semua sudah kami cek, anggota yang sedang berjaga namun tidur kami hukum. Ada anggota yang lengah atau tidak waspada kami berikan sanksi supaya anggota yang lain melihat tetap waspada," tuturnya.

Dia menambahkan, untuk beberapa anggota kepolisian yang teledor saat berjaga, dirinya akan menghukum dengan upacara memakai helm. Hal itu, kata dia, agar menjadi pelajaran bagi yang lain supaya tidak teledor saat berjaga.

"Polda Jatim prinsipnya siap untuk mengamankan diri, kesatuan maupun mako," kata dia.

Ditanya terkait jaringan teroris yang menyamar sebagai profesi tertentu, Machfud mengatakan memang ada satu jaringan menyuruh anak buahnya untuk menyamar dengan tidak pakai jenggot dan menjadi profesi tertentu.

"Apapun modusnya kami tetap waspada. Tapi polisi juga punya tugas pelayanan dan pengayoman, jangan ada orang tanya tiba-tiba kita todong senjata. Namun saya tegaskan kami tetap waspada," ujarnya.

Dia mencontohkan, salah satu kewaspadaan yang dilakukan anggotanya ialah saat mengamankan dua orang mencurigakan yang hendak menumpang tidur di musala Polsek Glenmore Polres Banyuwangi, Selasa lalu.

"Di salah satu polsek jajaran Polres Banyuwangi ada dua orang yang menumpang tidur perjalanan dari Sidoarjo ke Bali, tapi di tasnya berisi senjata tajam, makanya diperiksa. Kita kan tidak tahu mereka mau ngapain pas polisi sedang lengah Diperiksi dan dilidik. Itulah menggambarkan kesiapan dari kami dalam mengantisipasi ancaman teroris," kata Machfud.


(ALB)